Bukan Untung Malah Buntung, Rental Mobil di Palembang Sebulan tak Kunjung Dibayar Penyewa

Setidaknya hal itu yang dialami oleh Tura (38), warga Kecamatan Jakabaring Palembang, yang menyewakan atau merentalkan mobil miliknya.

Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM / ANDI WIJAYA
Korban saat melaporkan kasus penggelapan mobil rental miliknya ke SPKT Polrestabes Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih.

Setidaknya hal itu yang dialami oleh Tura (38), warga Kecamatan Jakabaring Palembang, yang menyewakan atau merentalkan mobil miliknya.

Boro-boro untung, ia justru mengalami kerugian sekitar Rp90 juta lantaran mobil Daihatsu Sigra miliknya dilarikan sang penyewa.

Tak terima dengan kejadian tersebut, korban pun melaporkan kejadian ke Polrestabes Palembang, Rabu, (10/3/2021).

Baca juga: Sertijab di Polrestabes Palembang, Kapolsek IT II Kini Dijabat Kompol Yuliansyah

Baca juga: Sat Resnarkoba Polrestabes Palembang Amankan Ratusan Butir Ekstasi, Ganja Hingga 3 Kg Sabu

Kepada petugas korban menuturkan, kejadian tersebut terjadi, Jumat (12/2/2021) sekitar pukul 16.00.

Saat itu, (diduga) tersangka R datang menemui korban dengan maksud hendak menyewa mobil, di Kecamatan Jakabaring Palembang.

Pelaku menyewa selama 1 bulan dengan perjanjian harga sewa per hari Rp 180 ribu.

Tura juga mengatakan tak menyangka melaporkan tersangka, karena tidak ada itikad baik untuk mengembalikan mobil yang disewa kepada dirinya.

Baca juga: Tim Peci Polisi Dulur Kito Sat Lantas Polrestabes Palembang Melakukan Sosialisasi Cegah Covid-19

Baca juga: Pencuri Kabel 50 Meter Milik PT Len Industri Ditembak Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang

"Saya sewakan mobil karena sudah percaya, pelaku Sudah sering menyewa mobil," kata Tura.

Lanjutnya, mobil disewa selama 1 bulan dengan biaya sewa Rp 180 ribu perhari.

"Sudah mobil dibawa pelaku, ternyata sudah 3 hari uang sewa belum di bayar, saat di hubungi tidak bisa. Dapat informasi mobil digadaikan pelaku Rp 15 juta. Akibatnya saya kehilangan mobil dengan rugi sekitar Rp 90 juta, makanya saya melapor ke polisi," jelasnya.

Laporan korban pun diterima petugas piket SPKT Polrestabes Palembang Unit I dipimpin Ipda Riady Sasongko, dan akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan.

"Laporan sudah kita terima dan selanjutkan akan ditindaklanjuti unit Reskrim Polrestabes, Palembang," ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved