Breaking News:

Penunjukan Edward Chandra Jadi Plh Bupati di Tolak 8 Fraksi DPRD OKU, HD Langsung Hubungi Sekda

Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru, menyebut, penunjukan pelaksana harian bupati Ogan Komering Ulu (OKU) atas permintaan dari sekretaris Daerah OKU

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Gubernur Sumsel Herman Deru, Selasa (9/2/2021). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyebut, penunjukan pelaksana harian bupati Ogan Komering Ulu (OKU) atas permintaan dari sekretaris Daerah OKU, Achmad Tarmizi.

Seperti diketahui, pada Senin (8/3/2021), Herman Deru menunjuk pejabat di pemerintahan provinsi yakni Asisten Satu Sumsel Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumsel, Edward Candra, sebagai pelaksana harian bupati Bumi Sebimbing Sekundang.

"Jadi, sekda dalam kondisi berkabung, dia minta dengan saya untuk menunjuk Plh dari provinsi. Ini harus saya luruskan," ujar Herman Deru, Selasa (9/3/2021).

Penunjukan Edward Candra mendapatkan penolakan dari delapan fraksi DPRD OKU.

Penolakan ini didasarkan pada pasal 65 Undang-undang 23 Tahun 2014, bahwa Sekertaris Daerah pelaksana tugas sehari-hari kepala daerah.

Saat diwawancarai mengenai penunjukan pelaksana harian yang ditolak oleh anggota DPRD Kabupaten OKU, Deru pun menghubungkan awak media dengan Sekda OKU, Achmad Tarmizi, melalui sambungan telepon.

"Mari kita tanya pak Tarmizi langsung," tambah Deru.

Dari sambungan telepon, Achmad mengaku jika dialah yang meminta agar gubernur Sumsel tak kembali menunjuknya sebagai pelaksana harian kepala daerah OKU karena masih berduka atas meninggalnya bupati OKU, Kuryana Aziz.

Baca juga: STOP Kebiasaan Bermain Ponsel Sebelum Tidur, Berakibat Fatal Hingga Sebabkan Kebutaan

Baca juga: MENANGIS BONGKAR Keterlibatan Dukung SBY, DARMIZAL: Saya Malu, Memberatkan Kalian Setor Setiap Bulan

Baca juga: Link Live Streaming SCTV Juventus vs Porto Pada Liga Champions Akses Disini Via HP

Terlebih, Kuryana Aziz sudah dianggap seperti orang tuanya sendiri.

"Kondisi saya saat ini ya, bapak lihat sendiri saya nangis terus. Saya anggap bapak saya sendiri. Saya mohon dengan bapak (gubernur) untuk menunjuk Plh yang lain dulu," kata Achmad.

Apalagi, menurut dia, untuk tugas sebagai pelaksana harian bupati merupakan tugas yang berat. Hal ini karena dia harus berkoordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah di OKU.

Achmad pernah didapuk menjadi pelaksana harian bupati OKU meski hanya  10 hari sewaktu menunggu proses pelantikan bupati OKU. Baginya di masa normal pun tugas pelaksana harian bupati sudah berat. Apalagi, di dalam suasana diliputi kesedihan akibat kehilangan seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya.

"Terus terang saja saat ini saya belum siap sebagai Plh. Ini karena beberapa waktu lalu bapak sudah berikan kepercayaan sebagai Plh. Saya pun harus menjadi 10 ketua organisasi. Plh dariprovinsi ini permintaan saya," jelas Achmad

Penulis: Jati Purwanti
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved