Breaking News:

MENANGIS BONGKAR Keterlibatan Dukung SBY, DARMIZAL: Saya Malu, Memberatkan Kalian Setor Setiap Bulan

Darmizal setengah tersedu mengakui, dia telah berdosa kepada para pengurus Partai Demokrat di seluruh Indonesia

Editor: Hendra Kusuma
Tribunnews.com
Politisi Partai Demokrat HM Darmizal MS: MENANGIS BONGKAR Keterlibatan Dukung SBY, DARMIZAL: Saya Malu, Memberatkan Kalian Setor Setiap Bulan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Sembari menahan tangisnya, Darmizal ungkap rahasia gerakan dan keterlibatannya di masa lalu ketika sengaja mendukung agar SBY terpilih dalam Kongres Partai Demokrat di tahun 2015 lalu.

Darmizal setengah tersedu mengakui, dia telah berdosa kepada para pengurus Partai Demokrat di seluruh Indonesia, yang belakangan diketahuinya diberatkan dengan setoran Rp 5 juta perbulan kepada pengurus DPP Partai Demokrat.

Selain itu Darmizal mengatakan, penyesalan lainnya karena sikap SBY berubah setelah menjadi Ketum Demokrat karena amah Parpol Demokrat berubah menjadi partai keluarga.

"Saya malu, malu saya, karena akan lahir rezim diktator ini, sungguh saya enggak tahu akan ada PO yang memberatkan kalian, menyetor setiap bulan," ujar Darmizal, seperti dilansir Sripoku.com dari kompas.TV, Selasa (9/3/2021).

Diakui Darmizal dia sudah bersalah ketika menjadi Tim Buru Sergap di Kongres Partai Demokrat tahun 2015 lalu tersebut, di mana dia melobi seluruh pengurus DPC dan DPD untuk bulat mendukung SBY.

"Saya menyesal, sangat menyesal," ujar Darmizal.

Menurut dia, SBY saat itu terpilih, karena perjuangannya dan teman-temannya.

"Saya sangat menyesal memang menjadi aktor tim buru segap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad memabngun chemistry agar Pak SBY yang dipilih dalam Kongres 2015 di Surabaya," ujar Darmizal.

Atas pemikiran inilah kemudian, Darmizal menggagas KLB, apalagi setelah dia kemudian dipecat oleh DPP.

Dengan kerja kerasnya, Darmizal kemudian memprakarasi terjadinya KLB untuk mendongkel kepimimpinan Agus Harimurti.

KLB itu sendiri kemudian secara aklamasi memilih Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat dan menetapkan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina. Serta menghilang adanya istilah Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved