Firman Septian Bantah ke PSMS, Kapten Sriwijaya FC 2020 Ini Masih Tunggu Keputusan Manajemen
"Ikut latihan aja baru bang. Baru kemarin. Belum ada tanda tangan apa-apa (kontrak), ikut latihan aja," ujarnya.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kapten Tim Sriwijaya FC musim kompetisi Liga 2 Indonesia 2020 Firman Septian ogah disebut keikutsertanyaan bergabung latihan dengan skuat Tim PSMS Medan hanya sekadar trial.
"Kalau trial sih gak ada. Langsung datang aja. Kita datang ikut gabung langsunglah itu. Mereka juga kan udah lihat saya. Gak perlu trial lagi," ungkap mantan kapten Tim PSPS Pekanbaru kepada Sripoku.com, Selasa (9/3/2021).
Apalagi kedatangan Firman bersama maskot lamanya PSMS Medan Ilham Fathoni sepertinya sudah dijadwalkan rencananya hanya seminggu untuk mengikuti latihan.
"Seminggu inilah. Dibiayain. Saya dari Pekanbaru berdua. Ada Ilham Fathoni dari Sulut United. Maskotnya Medan (Ilham Fathoni) kembali lagi," ujar pemilik kostum nomor 21.
Bapak dua anak (Zyvanna Septian dan Zyvanno Septian) buah pernikahan dengan Sri Yulmita mengaku hingga kini belum ada ikatan kontrak dengan Tim Ayam Kinantan ini.
"Ikut latihan aja baru bang. Baru kemarin. Belum ada tanda tangan apa-apa (kontrak), ikut latihan aja," ujar winger kelahiran Jakarta, 23 September 1988.
Ia masih berharap, mudah-mudahan manajemen Sriwijaya FC cepat memberikan keputusan juga.
Sehingga kata Firman, para pemain juga bisa misalkan Sriwijaya FC kalau membutuhkannya.
"Saya sebenarnya masih siap, makanya masih bisa kalau mau balik ke Sriwijaya FC. Kalau memang masih dibutuhkan. Butuh kepastian. Mudah-mudahan Sriwijaya FC ada keputusan juga," katanya.
Firman yang tadinya mengaku sekadar diajak latihan mengatakan jika nantinya nego cocok, tentunya inilah yang bakal menjadi pelabuhannya di tahun 2021.
"Misalkan nanti cocok, dicocokin bisa. Tapi kalau gak cocok pulang lagi. Tapi bahasanya masih ikut latihan aja di sini, yang ngajak ke Medan manajemennya untuk ikut gabung latihan sini," terangnya.
Firman yang mengidolakan pemain asal Brasil, Neymar da Silva Santos mengaku pihak keluarganya senantiasa mendukung dirinya main di mana aja.
"Selama ini di PSPS, Semen Padang, Sriwijaya FC. Kalau dibilang jauh dari keluarga, sama aja ya. Karena kita profesional di manapun kita main, selalu berikan yang terbaik."
"Gak ada, keluarga sih terserah saya mau ikut klub mana aja. Baru ini ikut ke PSMS. Pernah ke sini pas lagi bersama PSPS lawan PSMS di sini," kata Firman Septian sempat membantu keluarga usaha kedai kopi dan soto di Pulau Balai Kuok Kampar Bangkinang, Riau.
Sebelum memutuskan berangkat ke Medan, Firman mengaku kegiatannya di Marpoyan, Pasir Putih Pekanbaru, tetap latihan beraama Tim Gado-gado para pemain Liga yang tengah libur.
Laskar wong kito cukup beruntung tahun ini karena pada musim lalu Sriwijaya FC sebenarnya sudah mengincarnya, namun ia lebih memilih membela PSPS Pekan Baru yang lebih membutuhkan karena terancam degradasi. Sedangkan tahun ini, PSPS Riau belum ada kejelasan untuk memperpanjang kontraknya.
Sebagai pemain depan, Firman Septian yang pernah merumput di PSPS Riau, Persitara Jakarta Utara, Persija U-21, Semen Padang hingga akhirnya musim ini memilih Sriwijaya FC mengaku memiliki target pribadi khusus.
Sebagai catatan, setidaknya Firman Septian saat melakoni sebagai kapten tim PSPS Riau menjadi salah satu pemain tulang punggung di lini depan tim lamanya.
Pemain ini menorehkan 7 gol dari 11 kali penampilannya sebagai caps musim lalu. Firman Septian yang kebagian mengenakan kostum nomor punggung 21 berharap para pemain bisa kompak bisa bekerjasama dengan pelatih dan manajemen Sriwijaya FC.
"Mudah-mudahan semua teman-teman bisa bekerjasama dengan pelatih dan menajemen juga, dengan baik. Untuk menuju Liga 1 Indonesia," pungkasnya.