Breaking News:

Astaghfirullah, Anak Direstui Ibunya Jadi PSK Demi Susu Lewat Bisnis Prostitusi Online

Kesulitan ekonomi  selalu saja jadi modus melakukan hal yang berlawanan dengan hukum dan norma yang berlaku di tengah masyarakat.

SURYAMALANG.COM/Farid Mukarrom
Tersangka Nia Kurniasih saat diwawancarai oleh Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Thaib 

Dalam modus operasinya mereka menggunakan aplikasi pertemanan MiChat untuk mencari pelanggan.

"Selain di Kota Kediri pelaku juga telah melakukan praktek prostitusi di beberapa kota di Jawa Timur seperti di Tulungagung dan Madiun."

"Dalam modusnya pelaku menyewa dua buah kamar yang digunakan untuk bergantian," ungkap Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Taib.

Selain itu dalam sekali layanan ketiga muncikar ini memasang tarif mulai Rp. 250 ribu hingga Rp 700 ribu.

Saat ini Satreskrim Polres Kediri Kota masih melakukan pendalaman mengenai kasus prostitusi ini.

Diduga masih banyak prostitusi online yang dilakukan di Kota Kediri.

Namun sayangnya sejak terbongkar kasus MY ini beberapa jaringan telah terputus.

"Kita masih mengembangkan kasus ini. Kita menduga masih banyak kasus ini terjadi di Kota Kediri," tegas AKP Vera.

Refi Purnomo tersangka pembunuhan cewek Bandung, Mira Yura, di Hotel Lotus Kediri.
Refi Purnomo tersangka pembunuhan cewek Bandung, Mira Yura, di Hotel Lotus Kediri. ((SURYAMALANG.COM/Farid Mukarrom))

Pembunuhan dan terungkapnya prostitusi online

Pembunuhan terhadap cewek Bandung di Hotel Lotus, Kediri, mengungkap seluk beluk prostitusi online lintas daerah.

Diketahui ada peran mucikari asal Kota Bandung, Jawa Barat, yang melebarkan sayap bisnis prostitusinya di Kota Kediri.

Jaringan prostitusi ini mempekerjakan pelaku anak-anak untuk melayani birahi pria hidung belang.

Seperti diberitakan sebelumnya, cewek Bandung berinsial M (17) menjadi korban pembunuhan di Hotel Lotus.

Kasus pembunuhan M ternyata berkaitan dengan jaringan prostitusi online yang dioperasikan jaringan mucikari asal Kota Bandung.

Korban dibantai pelaku Refi Purnomo (23) warga Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Refi selaku pelanggan M, menolak membayar sesuai kesepakatan awal saat chatting melalui MiChat, yakni senilai Rp 700 ribu.

Pelaku setelah menikmati jasa yang diberikan M masih menawar untuk membayar Rp 300 ribu.

Akibatnya, keduanya terlibat cekcok yang berakhir dengan pembunuhan.

M menjadi salah satu pelaku prostitusi online yang dioperasikan oleh mucikari DK (22) juga berasal dari Kota Bandung.

Selama ini DK yang bertindak sebagai mucikari sekaligus menjadi manajer bagi anak-anak yang dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Verawaty Thaib mengungkapkan, selain mengamankan DK, petugas juga mengamankan R (40) yang juga bertindak selaku mucikari.

Malahan yang sangat memprihatikan, ibu asal Kota Bandung ini malah memperdagangkan putri kandungnya sendiri yang masih berusia 16 tahun sebagai PSK.

Saat kasus pembunuhan yang terjadi di kamar hotel 421, mucikari R bersama anaknya juga menginap di kamar 423 Hotel Lotus Garden.

Lokasi kamar itu bersebelahan hanya terpaut satu kamar.

Pada saat kejadian itu R masih belum mendapatkan order kencan.

Dari hasil penyelidikan petugas, prostitusi online ini dioperasikan melalui jaringan aplikasi MiChat.

DK dan R yang bertindak selaku mucikari menerima dan menjawab order dari pria hidung belang melalui MiChat.

Tarif untuk kencan anak asuh DK dan R di kisaran Rp 700 ribu sekali main.

Namun jika ingin dua kali main tarifnya Rp 1 jutaan.

Namun tarif akan naik untuk kencan akhir pekan menjadi Rp 1 jutaan.

Tarif ini menyesuaikan, karena sewa kamar hotel untuk akhir pekan juga berbeda.

Kedua mucikari DK dan R  masih ada hubungan saudara itu diduga sudah cukup lama beroperasi di Kota Kediri.

Penelusuran petugas, DK sudah beberapa hari berada di Kota Kediri.

Sedangkan korban M baru datang ke Kota Kediri setelah mendapatkan order dari tersangka Refi Purnomo.

Tempat praktik prostitusi online ini juga berpindah-pindah di sejumlah kamar hotel di Kota Kediri. 

Tarif Rp 700 ribu untuk sekali kencan sudah termasuk sewa kamar hotel.

"Dari tarif itu, korban masih bisa mengirimkan uang untuk keluarganya di Bandung," jelas AKP Verawaty Thaib.

Dari pengakuan kedua mucikari dapat dipastikan setiap hari selalu mendapatkan order kencan satu sampai tiga kali.

Kedua mucikari asal Kota Bandung bakal dijerat dengan Undang-undang RI No 35 /2014 tentang Perubahan atas Undang undang RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Bisnis Prostitusi Online dan Pembunuhan PSK Bandung di Kediri, Ibu Restui Anaknya Jadi PSK Demi Susu, https://suryamalang.tribunnews.com/2021/03/09/bisnis-prostitusi-online-dan-pembunuhan-psk-bandung-di-kediri-ibu-restui-anaknya-jadi-psk-demi-susu?page=all.

Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved