Breaking News:

Petani di Lahat Cemas Gagal Panen Saat Musim Panen Kian Dekat, Ini Saran Kepala Dinas Pertanian

“Belum ada laporan, kemarin ada air yang sempat masuk ke lahan sawah, tapi air cuma lewat, tidak mengakibatkan kerusakan pada sawah tersebut,"

Handout/Sripoku.com
Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati Cik Ujang, saat panen tanaman sayur. Foto diambil beberapa waktu yang lalu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Hujan ekstrim yang beberapa hari ini melanda Kabupaten Lahat  berpotensi merusakan areal persawahan dan berimbas pada ancaman gagal panen.

Petani sendiri diharapkan bisa aktif menjaga areal persawahan. 

Lukman (47) salah satu petani padi di Lahat mencemaskan hujan yang terus menngguyur terlebih disertai angin kencang

Menurutnya,  jika air sungai yang ada disisi areal persawahanya meluap bisa mengancam padi yang kini menunggu masa panen. 

"Ya cemas karena pelang sawah bisa rusak jika terus digerus hujan," sampainya. 

Harga Karet di OKU 7 Maret Tembus 11 Ribu, PNS Hingga Pengusaha Semakin Semangat Datang ke Kebun

Kepala Dinas Pertanian Lahat, Ir Otong Heriadi MSi, mengatakan hingga saat ini sendiri belum ada laporan terkait kerusakan sawah oleh faktor hujan. 

Namun, dirinya tak menampik jika ada saja lahan persawahan yang dimasuki air akibat luapan sungai ataupun siring.

“Belum ada laporan, kemarin ada air yang sempat masuk ke lahan sawah, tapi air cuma lewat, tidak mengakibatkan kerusakan pada sawah tersebut karena kondisi tanaman sudah besar,” kata Otong, Minggu (7/3/2021). 

Dilanjutkan Otong, apabila ada laporan kerusakan sawah, pihaknya akan mencatat kerusakan sawah dan menurunkan tim ke lapangan.

Hanya saja, petani juga diminta aktif mengontrol dan membersihkan areal lahan sawah.

“Tetap harus dikontrol, membersihkan maupun memperbaiki saluran air di areal sawah sehingga meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” kata Otong.

Arti Kode 813 di Kepolisian, Langsung Bergerak Ketika Mendapat Tugas

Terpisah kepala BPBD Lahat,  Drs H Ali Afandi mengungkapkan berdasarkan informasi dari BMKG hujan akan terus turun sejak Desember 2020 hingga Maret 2021.

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved