Breaking News:

Berita Muba

Desa Persiapan Epil Barat Musi Banyuasin Gelap Ketika Malam Hari, Imbas Belum Teraliri Listrik

Kepala Dusun Muara Padang, Indra Wahyudi mengatakan bahwa dusun tersebut memang agak sulit diakses dari pusat kabupaten.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Salah satu masyarakat Desa Muara Padang ketika menunjukkan alat panel surya pada sebuah masjid. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU -- Lokasi yang terpencil dari pusat Kabupaten, membuat Dusun V Muara Padang Desa Persiapan Epil Barat, Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) rupanya belum teraliri listrik.

Listrik belum teraliri ke daerah tersebut, baik dari PLN maupun dari PT Muba Elektrik Power (MEP).

Hal ini membuat dusun tersebut menjadi gelap gulita pada malam hari.

Baca juga: Waspada! Jalan Lintas Tengah di Musi Banyuasin Berlubang Tidak Rata, Warga Sampai Lakukan Ini

Baca juga: Kabupaten Musi Banyuasin Ada 15 Kecamatan, Berikut Nama Camat Hingga Alamat Kantor Camat Tahun 2021

Kepala Dusun Muara Padang, Indra Wahyudi mengatakan bahwa dusun tersebut memang agak sulit diakses dari pusat kabupaten.

Bayangkan, jika ingin ke dusun yang terletak di pinggiran sungai Batanghari Leko ini, bisa diakses menggunakan perahu ketek yang mana perbandingannya jika lewat sungai memakan waktu 5 menit dan lewat darat lebih jauh, sekitar 5 Km.

"Sudah lama pak kampung kami ini gelap gulita ketika malam. Kalau mau menggunakan genset lebih banyak ruginya, dan biasanya nyala dari jam 6 sore sampai jam 9 malam saja itu juga karena biaya mahal membeli minyak,”ujarnya, Jumat (5/3/21).

Ia melanjutkan, di dusunnya terdapat satu-satunya tempat dari desa ini yang bercahaya di malam hari adalah masjid Nurul Iman di tengah pemukiman warga.

Baca juga: UPDATE Harga Kelapa Sawit, Harga TBS di Muba Tembus Rp 1.650 Perkilogram

Baca juga: Jelang KLB, Ponsel Ketua DPC Demokrat Muba tak Aktif, Waketum Pastikan Tegak Lurus dengan AHY

“‘Masjid menyala dengan menggunakan teknologi panel Surya dari hibah masyarakat sekitar, masjid ini bisa menyala dibantu batere 150 Ampere,”ujarnya.

Ada sekitar 115 KK yang bermukim di dusun ini, jarak ke Dusun menuju Desa induk hanya 10 menit.

Namun tetap saja wilayahnya belum tersentuh penerangan.

Indra menuturkan, rencana adanya listrik itu sudah ada karena sudah terpancang beberapa tiang listrik.

"Meski sudah jadi desa persiapan dari desa Epil, namun tampaknya belum ada tanda-tanda listrik akan masuk desa. Kita berharap pihak pemerintah bisa melihat keadaan desa kami," harapnya.

Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved