Breaking News:

Kudeta Myanmar

WNI Dianjurkan Tinggalkan Myanmar, KBRI di Yangon Siapkan Evakuasi

KBRI di Yangon, mengimbau warga Negara Indonesia di negeri tetap berdiam diri di rumah. Bila tak punya kepentingan, dianjurkan tinggalkan Myanmar.

Editor: Sutrisman Dinah
Net
Rakyat Myanmar menggelar demonstran menentang junta militer. 

SRIPOKU.COM – Kedutaan Besar RI di Yangon, Myanmar, mengimbau warga Negara Indonesia di negeri tetap berdiam diri di rumah.

Situasi keamanan di berbagai kota di Myanmar tidak kondusif, perlawanan rakyat terhadap pemerintahan junta militer terus berlangsung.

Rakyat Myan tidak peduli atas ancaman kekerasan dan penembakan yang dilakukan aparat keamanan dan tentara yang tak segan-segan menembaki pemrotes.

Pemerintah melalui KBRI Yangon mengimbau WNI tetap tenang, menyusul penetapan status Siaga-II setela menyaksikan perkembangan dan situasi di Myanmar.

Baca juga: Kudeta Myanmar, Polisi Tembaki Warganya Sendiri Hingga 18 Warga Tewas, Bikin PBB Langsung Bertindak

"Sesuai rencana kontijensi, saat ini KBRI Yangon menetapkan status Siaga II. Dalam hal ini, KBRI telah sampaikan imbauan agar WNI tetap tenang dan berdiam diri di kediaman masing-masing," demikian keterangan KBRI Yangon seperti dikutip Kompas.com, Jumat (05/03/2021).

WNI di Myanmar diimbau untuk menghindari bepergian, termasuk ke tempat kerja apabila tidak ada keperluan sangat mendesak.

Bagi WNI dan keluarganya yang tidak memiliki keperluan esensial di Myanmar,  diminta untuk kembali ke Indonesia.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan penerbangan komersial yang saat ini masih tersedia.

Baca juga: Siapa Kyal Sin, Remaja Myanmar yang Ditembak Junta Militer Lalu Viral di Tiktok, Dunia Kini Berduka

 "Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon terus memantau perkembangan situasi di Myanmar. Saat ini dipandang belum mendesak untuk melakukan evakuasi WNI," demikian keterangan tersebut.

Adapun masyarakat yang membutuhkan informasi dapat menghubungi hotline KBRI Yangon di nomor +95 9 503 7055 dan hotline pelindungan WNI Kemlu di nomor +62 812-9007-0027.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved