Breaking News:

Menuju Keberislaman yang Transformatif

Tidak bisa kita mungkiri, keberadaan Islam di permukaan bumi yang dibawa Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman manusia.

Editor: Salman Rasyidin
ist
Dr. A. Rifai Abun 

Oleh: Dr. A. Rifai Abun,

Dosen Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang

Tidak bisa kita mungkiri, keberadaan Islam di permukaan bumi yang dibawa Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman manusia.

Pedoman untuk mewujudkan kebahagiaan dan kedamaian hidup ma­nusia itu sendiri.

Sebab, di dalam Islam terdapat ajaran yang menjunjung tinggi nilai-nilai ke­manusiaan universal, demokrasi dan hak asasi manusia. 

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, me­la­inkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Al; Anbiya’: 107)

Ironisnya, dalam perkembangannya kaum beragama, seringkali tidak bisa mempertahankan eksis­ten­si kemulian nilai yang dikandungnya.

Inkonsistensi terhadap nilai-nilai ke-Islaman itu atau dengan kata lain maraknya fenomena politisasi agama sebagai hasil “perselingkuhan” antara agama dan politik, tidak terkecuali fenomena merebaknya konflik antar pemeluk agama.

Konsekuensi dari kon­disi itu, agama kerap tampil sebagai kekuatan yang hegemonik dan menindas.

Padahal hal se­macam itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved