Breaking News:

Dinkes Optimis Vaksinasi Untuk Lansia Berjalan Mulus, Edukasi dan Sosialisasi Cerahkan Masyarakat

Edukasi dan sosialisasi pemerintah,mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi untuk menghambat sebaran Covid-19

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Vaksinasi Covid-19 tahap kedua sudah mulai dilakukan terhadap masyarakat kelompok Lanjut Usia (Lansia), pedagang pasar dan para petugas pelayanan publik di Palembang. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang yakin pelaksanaan penyuntkan vaksin tidak akan mendapatkan penolakan, khususnya pemberian vaksin terhadap para lansia.

Edukasi dan sosialisasi yang sudah dilakukan pemerintah, dinilai mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi untuk menangkal sebaran virus corona. 

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Palembang, dr Mirza Susanty mengatakan vaksinasi terhadap lansia sudah berlangsung mulai 1 Maret 2021 kemarin. Sejak dilakukan vaksinasi hingga saat ini belum ada penolakan yang dilakukan para lansia penerima vaksin. 

"Sejauh ini belum ada penolakan, semua lansia penerima vaksin sudah kita edukasi. Ketika namanya sudah tercantum, artinya para lansia bersedia untuk divaksin," katanya,  Jumat (5/3/2021).

Dijelaskannya, vaksinasi Covid-19 bagi lansia sudah berjalan di beberapa kecamatan atau kelurahan Palembang. Lansia yang ingin mendapat vaksinasi bisa mendaftar melalui situs resmi Kemenkes.

Bagi para lansia yang tidak mengerti atau belum paham tata cara mendaftar, maka lansia bisa mendaftat melalui RT setempat dan puskesmas masing-masing yang menerima data lansia penerima vaksinasi. 

"Dalam ketentuan vaksinasi tahap dua, ada 11 kelompok masyarakat prioritas.  Pelayan publiksasaran kita untuk 88 ribu orang. Namun memang distribusinya belum tuntas, kita baru dapat 3.800 vial yang telah teralokasi,"  jelasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel,  Lesty Nuraini menjelaskan
vaksinasi tahap kedua menyasar lansia di atas usia 60 tahun. Hanya saja penerima harus melalui screening yang ketat. Sebelum divaksin lansia penerima vaksin akan ditanyai petugas seputar kondisi fisik, aktivitas, hingga kegiatan ringan dan penyakit penyerta yang dialami.

"Untuk vaksinasi lansia ditujukan dulu 
ke masyarakat Palembang. Para lansia ini memiliki resiko tinggi, jadi proses screeingnya harus ekstra ketat," ungkap Lesty. 

Hingga saat ini di kota Palembang terdata ada 140 ribu lansia yang akan menerima vaksinasi vaksin Covid-19 Biofarma. Para lansia yang menerima vaksin harus terlebih dahulu mengisi data lewat google form oleh pihak keluarga. 

Jika para lansia atau pihak keluarga tidak memahami mekanisme pendaftaran, maka si penerima vaksin bisa datang langsung ke sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat untuk dilakukan vaksinasi. 

"Yang penting lansia datang dulu ke faskes untuk divaksin, jangan takut. Vaksinasi ini aman untuk lansia, asalkan telah melewati sejumlah screning ketat," tegas Lesty. (Oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved