Breaking News:

Akan Tuntut Peserta KLB Medan, Demokrat Palembang: Moeldoko Tidak Pegang KTA Dipilih Betapa Lucunya

Maka itu, Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Palembang ini menyarankan, agar Kepala Staf Kepresidenan RI ini untuk membuat partai baru saja.

sripoku.com/a havis
H Anton Nurdin ST SH MSi: Akan Tuntut Peserta KLB Medan, Demokrat Palembang: Moeldoko Tidak Pegang KTA Dipilih Betapa Lucunya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Reaksi Ketua DPC Partai Demokrat Palembang Anton Nurdin SH yang Akan Tuntut Peserta KLB Medan merupakan langkah ketegasan dan amanah bagaimana menegakkan supremasih hukum.

Bahkan Anton Nurdin menilai Demokrat Palembang dalam hal ini, melihat KLB Demokrat di Medan, maka Moeldoko Tidak Pegang KTA Dipilih menjadi Ketua Umum.

Sebab tegaskan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Palembang H Anton Nurdin ST SH MSi yang juga Ketua Umum KONI Sumsel ini menilai, sesuatu hal lucu juga terjadi manakala Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dinyatakan terpilih sebagai Ketua Umum DPP hasil Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat yang berlangsung singkat di The Hill Hotel Sibolangit Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/3/2021) siang.

"Bagaimana mungkin seorang Moeldoko yang tidak memegang KTA Demokrat bisa menjadi Ketum partai Demokrat? Betapa lucunya ya," ucap H Anton Nurdin kepada Sripoku.com.

Maka itu, Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Palembang ini menyarankan, agar Kepala Staf Kepresidenan RI ini untuk membuat partai baru saja.

"Kalau ingin berpartai; bentuk partai sendiri aja. Jangan mengambil partai yang sudah sempurna," kata Anton yang baru saja dilantik sebagai Ketum KONI Kota Palembang.

Apalagi kata Anton, sekarang PD merupakan partai yang lagi disenangi para masyarakat yang diyakini lagi harum-harumnya di bawah kepemimpinan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai Ketum PD.

"Dan kami juga sudah mempersiapkan tuntutan kepada para peserta itu karena menggunakan atribut-atribut Demokrat yang semestinya mereka tidak boleh menggunakan atribut tersebut."

"Untuk diketahui mereka ilegal dan tidak boleh menggunakan atribut yang sudah dalam AD/ART dan didaftarkan di Kemenkumham punya Demokrat di bawah kepemimpinan AHY," beber Anton.

Anton menyatakan dari kader Kota Palembang tidak menyetujui dan tidak menerima adanya KLB tersebut, apalagi Moeldoko diklaim terpilih sebagai Ketum PD yang baru.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved