Breaking News:

Mengapa Masyarakat Lebih Baik Divaksin? Ini Jawaban Prof Yuwono dan Ketua IDI Palembang

"Kita lihat efikasinya yang artinya jika 65,3 persen, maka akan ada 65 persen orang yang dapat berkurang penularan dari Covid-19," ujarnya

SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Ilustrasi vaksin: Gubernur Sumsel Herman Deru saat disuntik vaksin Sinovac dosis kedua di Puskesmas Multi Wahana Sako, Palembang, Kamis (28/1/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Vaksinasi tahap kedua mulai dilakukan kepada masyarakat 11 prioritas penerima vaksin yaitu petugas pelayanan publik serta kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Vaksin juga diberikan kepada masyarakat umum seperti pedagang, guru, tokoh agama, dan lain sebagainya.

Lalu apa alasan masyarakat lebih baik divaksin daripada tidak selama masa pandemei Covid-19 ini.

Ahli Mikrobiologi Sumsel sekaligus Direktur RS Pusri, Prof Dr dr Yuwono M Biomed mengatakan setidaknya ada dua alasan mengapa masyarakat lebih baik divaksin daripada menolak tidak divaksin.

Alasan pertama, hasil dari uji klinik yang sudah melewati fase 3 sudah sesuai dengan persyaratan WHO.

Minimal efikasi vaksin adalah 50 persen dan efikasi vaksin CoronaVac sebesar 65,3 persen.

Efikasi tersebut dapat meminimalisir penularan Covid-19 yang sebelumnya sangat tinggi. 

Sehingga efektivitas vaksin tersebut dapat dilihat dari jumlah penularan menurun.

"Kita lihat efikasinya yang artinya jika 65,3 persen, maka akan ada 65 persen orang yang dapat berkurang penularan dari Covid-19," ujarnya, Rabu (3/3/2021).

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved