Breaking News:

Berita Pagaralam

JOROK dan Kotor, Penampakan Tumpukan Sampah di Jalan Alternatif Pagaralam-Lahat Simpang Mbacang

Seperti tumpukan sampah yang ada dikawasan perbatasan Pagaralam dan Kabupaten Lahat tepat tidak jauh dari SMAN 2 Kota Pagaralam.

Sripoku.com/Wawan Septiawan
SAMPAH : Tampak tumpukan sampah yang berhamburan ditepi jalan alternatif Pagaralam-Lahat tidak jauh dari kawasan SMAN 2 Pagaralam 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Jalur alternatif penghubung antara Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat yaitu dari Simpang Mbacang Kecamatan Dempo Tengah Pagaralam menuju Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat saat ini sering digunakan masyarakat menjadi jalur keluar masuk Kota Pagaralam.

Namun sayangnya dibeberapa titik dijalur alternatif tersebut tampak kotor. Pasalnya banyak tumpukan sampah yang membuat kawasan jalur tersebut tampak jorok dan kotor.

Seperti tumpukan sampah yang ada dikawasan perbatasan Pagaralam dan Kabupaten Lahat tepat tidak jauh dari SMAN 2 Kota Pagaralam.

Terdapat tumpukan sampah hampir sepanjang 50 meter tepat berada disisi jalan.

Tumpukan sampah terus saja bertambah. Padahal tampak sudah ada beberapa yang dibakar. Namun banyak juga sampah baru yang diduga sengaja dibuang oleh oknum dikawasan tersebut.

Salah satu pengguna jalan, Alam (33) mengatakan, bahwa sudah lama dirinya sering melihat tumpukan sampah dikawasan tersebut. Namun bukannya dibersihkan tapi terus saja bertambah.

Baca juga: Apa Itu Genggong, 3.000 Ribu Tahun Lalu Dipakai Petani di Pagaralam, Pengusir Sepi

Baca juga: Apa Itu Jeme Karot Sebutan untuk Masyarakat Pagaralam, Ini Penjelasan Madi Lani Budayawan Pagaralam

Baca juga: GUNUNG Dempo Pagaralam Ternyata Sangat Kotor, 3 Hari Bersih-bersih Relawan Kumpulkan 12 Ton Sampah

"Dulu tidak sebanyak itu pak, tapi sekarang tambah banyak sampahnya. Mungkin disini memang sudah menjadi lokasi pembuangan sampah," ujarnya.

Namun akibat banyaknya sampah tersebut jalur alternatif ini tampak kurang perhatian dari pihak Pemerintah. Akibatnya jalur tampak kotor dan mirip seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Padahal ini juga menjadi pintu masuk dan keluar menuju Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Harusnya tidak kotor seperti ini, karena ini akan menjadi pemandangan wisatawan atau pengunjung yang akan berwisata ke Pagaralam," katanya.

Bakti (40) salah satu pemilik lahan dikawasan tersebut mengatakan, pihaknya tidak tahu siapa yang membuang sampah dikawasan tersebut.

Meskipun sudah dipasang papan larangan, namun tetap saja ada oknum yang membuang sampah disana.

"Sepertinya oknum ini sengaja membuang sampah disini pak, karena sampahnya terus saja bertambah. Padahal sudah ada yang dibakar bahkan sudah dipasang papan pemberitahuan untuk tidak membuang sampah disini," jelasnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved