Breaking News:

Berita Palembang

BESOK, Garuda Indonesia Datangkan Pesawat Jumbo Airbus A330-300 Khusus Tujuan Palembang-Jakarta

Garuda Indonesia mendatangkan pesawat Airbus karena memang semua pesawat tidak boleh parkir lama di hanggar

Editor: Sudarwan
Warta Kota/Banu Adikara
Ilustrasi: Garuda Indonesia tetap akan menggunakan pesawat Boeing 777-300ER untuk melayani penerbangan. Meskipun, Boeing, perusahaan produsen pesawat Amerika Serikat (AS) meminta agar pesawat Boeing 777 ditangguhkan untuk diterbangkan. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Maskapai Garuda Indonesia secara khusus, besok, Kamis (4/3/2021) bakal mendatangkan pesawat Airbus A330-300 untuk mengangkut penumpangnya dengan tujuan Palembang-Jakarta dan sebaliknya.

General Manager Garuda Cabang Palembang, Meisye Paulina Tambunan mengatakan, Garuda Indonesia mendatangkan pesawat Airbus karena memang semua pesawat tidak boleh parkir lama di hanggar sehingga harus tetap terbang dan salah satunya ke Palembang.

Baca juga: Garuda Nekad Terbangkan 10 Pesawat B777, Meski Diminta Hentikan Penggunaan Setelah Insiden

Baca juga: Cara Mendapatkan Diskon Tiket Hingga 60 Persen dari Garuda Indonesia, Sekali Terbang Bisa 720 Ribu

"Bukan karena penumpang over tapi memang kebetulan rutenya terbang ke Palembang jadi pas momennya," ujar Meisye, Rabu (3/3/2021).

Pesawat berbadan jumbo ini dijadwalkan akan berangkat besok dari Jakarta pukul 07.10 WIB dan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pukul 08.20 WIB.

Pesawat akan kembali terbang dari Palembang pukul 09.20 WIB dan tiba di Jakarta pukul 10.30 WIB.

Keberadaan pesawat jumbo ini kata Meisye juga memberikan keleluasaan bagi penumpang karena memiliki jumlah seat hingga lebih dari 300 kursi.

Namun karena menerpakan protokol kesehatan maka jumlah seat yang hanya bisa diisi hanya separuhnya saja.

Baca juga: Garuda Indonesia Tawarkan Kerjasama Program Kemitraan Khusus Dengan Pemkab Muba

Baca juga: Garuda Indonesia Jakarta-Pontianak Return to Base ke SMB II Palembang, 66 Penumpang Tak Boleh Keluar

Hingga kini Meisye mengatakan frekuensi penerbangan Garuda dari dan ke Jakarta tetap dua kali sehari dari sebelumnya lima kali sehari karena permintaan penerbangan masih sepi.

Permintaan perjalanan udara sepi karena sejumlah wilayah di Indonesia terutama Jawa dan Bali melakukan pengetatan kebijakan sehingga pergerakan manusia termasuk bepergian terbatas.

"Permintaan penerbangan turun jadi kita kurangi operasional pesawat, kalau nanti permintaan tinggi dan normal pesawat akan ditambah jadi menyesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya. (Hartati)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved