ANggota Satgas Covid-19 Paksa Wanita Pemalsu Surat Rapid Test 'Ngamar' di Kos: Jika Tidak Dilaporkan

Seorang wanita yang ketahuan memalsukan surat rapid test dirudapaksa. Pelakunya adalah seorang oknum TNI

Editor: Wiedarto
tribun jabar
ilustrasi korban rudapaksa 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Seorang wanita yang ketahuan memalsukan surat rapid test dirudapaksa. Pelakunya adalah seorang oknum TNI yang merupakan anggota Satgas Covid-19.

Terhadap kasus ini, pengadilan militer sudah memberi vonis pidana penjara selama 1 tahun dan dipecat dari dinas militer.  Putusan pengadilan militer ini bernomor 1-X/XXX.XXX/XXX/XX/I/2021 yang tertanggal 21 Januari 2021 dan sudah ditayangkan di website Mahkamah Agung.

Bahkan ketika oknum TNI melakukan banding, pengadilan miilter tinggi justru menguatkan vonis sebelumnya dan oknum tersebut tetap dalam tahanan.

Lalu bagaimana kronologis peristiwa rudapaksa ini?

Peristiwa ini berawal dari pengungkapan kasus pemalsuan surat rapid test di beberapa puskesmas kabupaten tersebut. surat ijin jalan dari dinas perhubungan, surat ijin keluar/masuk, dan surat ijin pangkalan mobil.

Surat-surat palsu ini ditemukan di sebuah tempat fotocopy pada 18 Agustus 2020.

Saat itu sudah muncul dugaann bahwa seorang wanit kita sebut saja X yang merupakan pelakunya.

Rupanya oknum TNI ini lalu mencari X dan bisa memperoleh nomor ponselnya.

Dia kemudian meminta X agar jujur soal lokasi persis pembuatan surat-surat palsu tersebut.

X lekas mengaku bahwa surat itu selain dibuat di tempat fotokopi, juga dibuat di oleh adiknya, kita sebut saja Y.

Oknum tadi lalu meminta X memberikan nomor ponsel Y.

Lalu ia meneleponnya tetapi tidak diangkat karena Y sedang bekerja.

Oknum TNI itu lalu meminta X menghubungi Y agar mengangkat teleponnya.

X lalu menghubungi Y dan meminta Y mengangkat telepon dari oknum TNI.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved