Breaking News:

News Video Sripo

Video Genggong Alat Musik Pengusir Sepi Petani di Pagaralam 3.000 Tahun Lalu

Alat musik Khas Besemah, salah satu alat musik tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Besemah Kota Pagaralam adalah Genggong Sejenis alat musik tiu

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Alat musik Khas Besemah, salah satu alat musik tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Besemah Kota Pagaralam adalah Genggong.

Sejenis alat musik tiup yang menghasilkan suara mirip harmonika, umumnya alat musik ini terbuat dari bilah bambu, kayu, pelepah enau atau logam.

Dahulu alat musik genggong dimainkan oleh para petani yang sedang menunggu padi di sawah atau di tengah kebun. Masyarakat Besemah memainkan genggong untuk mengusir sepi dan jenuh.

Menurut seniman sekaligus budayawan Kota Pagaralam, Satarman mengatakan, selian memiliki peninggalan sejarah seperti Megalitikum dan Rumah Baghi Pagaralam juga memiliki alat musik tradisional khas Besemah.

"Kita punya alat musik khas Pagaralam. Alat musik tiup ini bernama Gengong yang dulunya terbuat dari bambu, kayu atau pelepah pohon enau," ujarnya.

Alat musik gengong ini sudah berusia sekitar 3.000 tahun. Dulunya alat ini hanya terbuat dari pohon Enau

Baca juga: Ini Alasan Millen Cyrus Nekat Konsumsi Narkoba Padahal Masih Jalani Rehab, Keluarga Angkat Bicara!

"Alat musik ini biasa digunakan petani di Besemah saat berada diladang. Alat ini dimainkan sebagai pengusir sepi saat berada diladang," katanya.

Namun saat penjajah Belanda masuk ke Besemah dan banyak membawa material logam dan besi Genggong dibuat dari besi bercampur kuningan.

"Sejak Belanda masuk ke Besemah alat ini banyak dibuat dari besi oleh para seniman dahulu," jelasnya.

Baca juga: Diwarnai Gol Bunuh Diri, Liverpool Ukir Sejarah Usai Benamkan Tim Juru Kunci, Susul Rekor Everton

Namun saat ini tidak banyak lagi masyarakat Pagaralam atau Besemah yang bisa memainkan alat musik Genggong ini.

"Hanya ada beberapa orang saja yang masih bisa memainkan alat ini. Harusnya alat ini dapat dilestarikan agar bisa terus ada," ungkapnya.(one)

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Rahmad Zilhakim
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved