Breaking News:

Berita Pagaralam

Apa Itu Genggong, 3.000 Ribu Tahun Lalu Dipakai Petani di Pagaralam, Pengusir Sepi

Sejak 3.000 ribu tahun lalu, Genggong sudah akrab dengan petani di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel).

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/ wawan
Seorang seniman sekaligus budayawan Kota Pagaralam, Satarman sedang memperlihatkan alat musik Genggong, Senin (01/03/2021). 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Sejak 3.000 ribu tahun lalu, Genggong sudah akrab dengan petani di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel).

Genggong adalah alat musik Khas Besemah, salah satu alat musik tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Besemah Kota Pagaralam.

Genggong merupakan sejenis alat musik tiup yang menghasilkan suara mirip harmonika.

Umumnya alat musik ini terbuat dari bilah bambu, kayu, pelepah enau atau logam.

Dahulu alat musik genggong dimainkan oleh para petani yang sedang menunggu padi di sawah atau di tengah kebun.

Masyarakat Besemah memainkan genggong untuk mengusir sepi dan jenuh.

Menurut seniman sekaligus budayawan Kota Pagaralam, Satarman mengatakan, selain memiliki peninggalan sejarah seperti Megalitikum dan Rumah Baghi Pagaralam juga memiliki alat musik tradisional khas Besemah.

"Kita punya alat musik khas Pagaralam. Alat musik tiup ini bernama Gengong yang dulunya terbuat dari bambu, kayu atau pelepah pohon enau," ujarnya, Senin (1/3/2021).

Alat musik gengong ini sudah berusia sekitar 3.000 tahun. Dulunya alat ini hanya terbuat dari pohon Enau.

"Alat musik ini biasa digunakan petani di Besemah saat berada di ladang. Alat ini dimainkan sebagai pengusir sepi saat berada di ladang," katanya.

Namun saat penjajah Belanda masuk ke Besemah dan banyak membawa material logam dan besi Genggong dibuat dari besi bercampur kuningan.

"Sejak Belanda masuk ke Besemah alat ini banyak dibuat dari besi oleh para seniman dahulu," jelasnya.

Namun saat ini tidak banyak lagi masyarakat Pagaralam atau Besemah yang bisa memainkan alat musik Genggong ini.

"Hanya ada beberapa orang saja yang masih bisa memainkan alat ini. Harusnya alat ini dapat dilestarikan agar bisa terus ada," ungkapnya.(one)

Baca juga: Gagal Awet Muda, Inilah 7 Kesalahan Fashion yang Bikin Terlihat Tua, Sering Dilakukan tanpa Sadar!

Baca juga: Masih Ingat Artis Cilik Nakula dan Sadewa? Lama tak Muncul, Tiba-tiba Mereka Bagikan Kabar Duka

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved