Menyebar Virus Literasi di Kampung Isolasi

Tatang mengatakan, sejak kehadiran PLN Enjiniring tahun 2007 lalu, berbagai upaya dilakukan untuk membangun lingkungan Sungai Ijuk menjadi lebih baik

Editor: aminuddin
sts
JEMBATAN KECERDASAN DARI PLN --- Bocah warga Sungai Ijuk, Kecamatan Kertapati Palembang, asyik membaca buku di Pojok Baca Digital Sungai Ijuk, Selasa (23/2/2021). Pojok Baca Digital yang baru saja diresmikan Gubernur Sumsel H Herman Deru ini merupakan hibah dari PT Pura Daya Prima, anak perusahaan PLN Enjiiring Indonesia. Diharapkan dengan adanya Pojok Baca Digital ini akan "jembatan kecerdasan anak bangsa" mengantarkan generasi penerus bangsa yang unggul di masa akan datang. SRIPO/SYAHRUL HIDAY 

"Semoga ini merupakan awal dari munculnya fasilitas-fasilitas serupa di daerah lain yang akan menjadi pendorong terciptanya masyarakat yang unggul secara kualitas pendidikan, informasi dan ilmu pengetahuan.

Karena hal tersebut merupakan salah satu modal untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Indonesia yang bermuara pada peningkatan ekonomi yang mendorong kemajuan Indonesia", kata Daryono.

Ditambahkan Manajer PT Pura Daya Prima, Tatang mengatakan, Sungai Ijuk yang berjarak 10 kilometer dari pusat kota Palembang menjadi potret ketimpangan pembangunan pemerintah.

Sulitnya akses pendidikan dan transportasi, membuat kampung ini terisolasi dari berbagai hal, termasuk masalah pendidikan. Hal ini berimbas, kepada tingkat kesejahteraan dan perekonomian warga.

Melihat kondisi Kampung Sungai Ijuk seperti terisolasi, dan jauh dari jangkauan pembangunan ini membuat PLN, tergerak untuk membangun masyarakat di kampung ini.

Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari PT PLN (Persero) melalui PLN Enjiniring secara berkesinambungan membawa perubahan, kampung ini tak lagi terisolasi. 

Tatang mengatakan, sejak kehadiran PLN Enjiniring 2007 lalu, berbagai upaya dilakukan untuk membangun lingkungan Sungai Ijuk menjadi lebih baik.

Mulai dari membangun lingkungan, memudahkan masyarakat mengakses pendidikan dengan mendirikan sekolah dan bersama masyarakat menggarap lahan menjadi persawahan dan yang terbaru adalah memfasilitasi anak-anak meningkatkan budaya literasi.

"Pembangunan gedung Pocadi ini menggunakan dana CSR kami, sebuah kolaborasi yang baik antara, masyarakat, komunitas dan pemerintah.

Setelah beberapa bulan melakukan proses pembangunan, sarana literasi ini bisa dinikmati semua warga di sini dan untuk pengelolaannya kami serahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini Perpustakaan Sumsel," ujarnya.

Selain konsen di masalah pendidikan, pihaknya juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan cara menyerap tenaga kerja lokal.

"Hampir 45 persen pekerja kami adalah warga di sekitar sini.

Dengan harapan untuk meningkatkan perekonomian keluarga, yang pada akhirnya berimbas terhadap pendidikan anak-anak mereka guna melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. 

Salah satu warga Kampung Sungai Ijuk, Taufik mengakui perubahan yang terjadi di tempatnya tinggal.

"Dulunya di sini rawan, jalannya juga jalan setapak, tapi sejak ada kantor PLN ini ada di kampung kami semuannya mulai berubah.

Kami dibantu membangun jalan kampung yang dulunya hanya jalan setapak, sekarang jalannya sudah bisa masuk mobil," ungkapnya.

Penulis : Adi Kurniawan 

Judul : 'Menyebar Virus Literasi di Kampung Isolasi'

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved