Cara Karyawan  TVRI Sumsel Agar Tetap Sehat dan Kreatif

“Bekerja di ranah broadcast memang perlu team work yang kuat,” ujar Sukirman yang sudah menjalankan tugas jurnalistik dan broadcast  di 40 negara ini

Editor: aminuddin
ist
Kepsta TVRI Sumsel Sukirman main tenis meja bersama karyawan 

SRIPOKU.COM, PALMBANG - BERAWAL dari guyonan atau lebih tepat “bujukan”  agar Kepsta TVRI Sumsel Sukirman mau mengeliling kota Palembang  dengan mengayuh sepeda, tanpa sengaja lahirlah “komunitas” sepeda TVRI Sumsel.

Marhamah, Evi, Zeti dan Saudi.

Mereka berempat inilah yang  menjadi “provokator” dari olahraga  yang  tengah booming ini.

“Ini cara Tuhan untuk memberi rezeki hambanya”, jelas  Sukirman kepada Sripo, Kamis (25/2).

Sukirman melanjutkan, dengan banyaknya masyarakat bersepeda, maka  rezeki mengalir ke bengkel sepeda.

Jangan-jangan sektor ini adalah sektor yang paling bertahan  di musim pandemi ini.

Komunitas Sepeda TVRI Sumsel
Komunitas Sepeda TVRI Sumsel (ist)

Berangkat dari sebuah “keyakinan” bahwa imunitas tubuh adalah hal yang paling penting di tengah pandemi, TVRI Sumatera Selatan melakukan beragam kegiatan seperti senam bersama yang dilakukan setiap Hari  Jumat dan olah raga tenis meja yang bisa dilakukan setiap saat.

Papan tenis meja  selalu siap sedia,  yang sengaja diletakkan  di Taman “oase” tvri Sumsel.

Taman ini juga sebagai media untuk bersantai, berolah raga, berdiskusi tentang kreativitas yang memang situasi apapun termasuk di tengah pandemi harus tetap berjalan.

Taman ini juga sangat “instagramable” karena banyak juga masyarakat yang hanya datang ke TVRI Sumsel hanya untuk berswafoto dengan latar payung warna warni dan lampion.

 “Bagi saya”,  jelas pria yang pernah menjadi guru di Shailendra Institution ini, yang terpenting pegawai sehat dan bergembira tanpa abai terhadap tugas rutin mereka yaitu memproduksi program dan bersiaran. 

Tenis meja, gaple, senam dan gowes  adalah sebuah media untuk membangun kebersamaan.

“Bekerja di ranah broadcast perlu team work yang kuat,” imbuh Sukirman yang sudah menjalankan tugas jurnalistik dan broadcast  di 40 negara ini.

Sepeda gowes Karyawan TVRI Sumsel
Sepeda gowes Karyawan TVRI Sumsel (ist)

Menurut Sukirman, kreativitas yang ditekuni oleh awak televisi butuh kesabaran di samping ketekunan untuk tetap maju.

Kadang-kadang kerativitas tidak muncul di pertemuan formal atau rapat produksi.

Kreaativitas  bisa jadi muncul  saat ngobrol ketika gowes, ketika berolah raga tenis meja.

Bahkan obrol seputar “outlook” layar lahir ketika main gaple. 

Yang pasti Marhamah, Zeti dan Evi dapat tertawa lebar ketika gowes mengeliling pasar 16 yang berakhir di dermaga perahu  Getek di pasar 16 ilir Palembang.

“Jika kita buat program Kampung-ku dengan menghadirkan potensi setiap kampung baik yang ada di kota maupun di daerah mungkin menarik juga..ya," celetuk Marhamah ketika menelusuri lorong-lorong pasar 16 ilir.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved