Liga Italia
Cerita Romelu Lukaku dan Makanan, Lebih Selektif Ketimbang 5 Tahun Lalu: Suka Makanan Siap Saji
Di balik penampilan buasnya di atas lapangan hijau, ternyata Lukaku mulai selektif memilih makanan yang tersaji di atas mejanya.
SRIPOKU.COM - Kebrutalan Romelu Lukaku bersama Inter Milan tengah disorot.
Apalagi, ia berhasil menambah angka untuk membenamkan Inter Milan dengan skor 3-0, di laga pekan ke-23 Liga Italia 2020-2021.
Secara mengejutkan, ia sempat naik menjadi pencetak gol terbanyak (17 gol) di Liga Italia mengalahkan Cristiano Ronaldo.
Walaupun saat ini CR7 kembali memegang gelar top scorer tersebut, namun keganasannya patut jadi perhitungan klub lawan.
Baca juga: Romelu Lukaku Gusur Cristiano Ronaldo, Jadi Raja Gol Usai Bawa Inter Milan Bungkam AC Milan
Baca juga: Romelu Lukaku Imbangi Cristiano Ronaldo, Inter Milan Gusur Klub Ibrahimovic dari Puncak Klasemen
Sementara klub Inter Milan mantap memimpin puncak klasemen Liga Italia dengan koleksi 53 poin dari 23 pertandingan, atau unggul empat angka dari AC Milan di peringkat kedua.
Lukaku kini hanya butuh tujuh gol tambahan untuk melewati koleksi golnya musim lalu di pentas liga bareng Inter Milan.
Lengserkan Lukaku Sang penyerang Belgia itu masih punya banyak waktu untuk mengejar perolehan pribadi tersebut mengingat Liga Italia musim ini masih menyisakan 15 pekan.
Musim ini Lukaku memang tampak lebih ganas dan beringas ketimbang dirinya versi 2019-2020.
Di balik penampilan buasnya di atas lapangan hijau, ternyata Lukaku mulai selektif memilih makanan yang tersaji di atas mejanya.
Baca juga: Trauma, Romelu Lukaku Pilih Bertahan di Inter Milan Meski Dibidik Manchester City
Baca juga: Jelang Final Liga Eropa, Waspadalah Sevilla, Romelu Lukaku Siap Meledak Kembali
Hal tersebut terungkap melalui sesi tanya jawab yang dilakukan Lukaku bersama fans via akun Twitter pribadinya.
Salah satu fans lantas melemparkan pertanyaan menarik: “Piza nanas atau krim carbonara?”
Lukaku tak memilih dua opsi yang disodorkan penggemar.
“Saya makan-makanan sehat sekarang, kawan,” tulis Romelu Lukaku membalas pertanyaan.
Pernyataan Lukaku tersebut sangat kontradiktif dengan ujarannya dalam sesi tanya jawab dengan fans via Instagram Stories Maret 2020 silam.
Kala itu, Lukaku menjawab bahwa makanan favoritnya selama berkarier di Italia adalah pasta dengan saus carbonara.
Baca juga: Romelu Lukaku Ukir Rekor di Liga Eropa, Conte: Dia Wajib Berterima Kasih Kepada Tim
Baca juga: Hasil Liga Eropa - Bobol Gawang Getafe, Romelu Lukaku Dekati Capaian Rekor Samuel Etoo
Hanya berselang sekitar setahun, preferensi Lukaku terhadap hidangan bersaus krim carbonara telah jauh berubah.
Sikap Lukaku soal urusan perut bakal makin kontras lagi jika mundur jauh hingga ke tahun 2015.
Kala itu, Lukaku yang masih berkostum Everton mengaku sangat suka melahap makanan cepat saji pada saat libur kompetisi.
Bahkan, Lukaku mengatakan dirinya sempat menggendut karena kelebihan berat badan.
“Selama libur musim panas saya makan burger, piza, dan semua yang saya suka. Untungnya, saya bisa cepat kembali ke berat dan kadar lemak ideal, 99 kg dan 8 persen lemak,” kata Lukaku seperti dilansir Liverpool Echo.
Makanan cepat saji sudah pasti tersingkir dari meja santap Lukaku sekarang.
Apalagi, sang pelatih Inter Milan, Antonio Conte, terkenal galak dalam mengatur pola diet anak asuhnya.
Ketika mengarsiteki timnas Italia di Euro 2016, Conte melarang anak asuhnya mengonsumsi es krim, pasta, dan piza.
Bahkan, wortel termasuk salah satu bahan yang tak direkomendasikan, seiring keberadaan kandungan gula di dalamnya.
“Menjadi pesepak bola adalah mimpi, bukan kewajiban. Karena itu, Anda mesti bekerja keras untuk mewujudkannya,” ujar Conte kala itu.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Relasi Romelu Lukaku dengan Makanan Cepat Saji: Sempat Kelebihan Berat Badan"