Breaking News:

Bagaimana Cara Mendapatkan Rehabilitasi Gratis akibat Narkoba dari BNN ? Ini Caranya

Di Indonesia, ada sejumlah tempat rehabilitasi yang terbuka bagi para pecandu narkoba.

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam melakukan tes urine sejumlah sopir angkutan umum. Hal ini dilakukan untuk memastikan sopir angkutan mudik bebas narkoba, Rabu (29/5/2019). (Foto diambil sebelum Pandemi Covid-19) 

SRIPOKU.COM -- Anda tentu masih ingat tentang kasus ditangkapnya Kompol Yuni Purwanti, Kapolsek Astana Anyar, Bandung yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

Dikutip dari Kompas.com, bersama belasan anggotanya, Kompol Yuni Purwanti ditangkap karena diduga telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Beberapa orang polisi yang diperiksa dinyatakan positif usai menjalani tes urine.

Perisitiwa penangkapan in ipun membuat Kompol Yuni Purwanti dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astana Anyar.

===

Siapa Saja Bisa Kena

Kasus Kapolsek Astana Anyar ini membuktikan bahwa kasus kecanduan narkoba bisa menimpa siapa saja.

Tidak hanya orang biasa, namun publik figur, bahkan penegak hukum seperti polisi juga bisa terpengaruh.

Di Indonesia, ada sejumlah tempat rehabilitasi yang terbuka bagi para pecandu narkoba, salah satunya fasilitisas rehabilitasi yang disediakan oleh Negara, di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Siapa pun pengguna atau pecandu yang ingin mendaptkan bantuan rehabilitasi dan sembuh, bisa datang ke BNN untuk mengakses layanan rehabilitasi.

Wakapolda Sumsel didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu dan Kabid Humas Kombes Pol Suryadi saat rilis kasus narkoba 25 kg sabu-sabu atas nama tersangka Taufik Hidayat di Polda Sumsel, Kamis (11/2/2021).
Wakapolda Sumsel didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu dan Kabid Humas Kombes Pol Suryadi saat rilis kasus narkoba 25 kg sabu-sabu atas nama tersangka Taufik Hidayat di Polda Sumsel, Kamis (11/2/2021). (Humas Polda Sumsel)
Halaman
1234
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved