Breaking News:

Sumsel Kembali Terima 18.270 Vial Vaksin Tahap 2, Untuk Vaksinasi Lansia dan Pelayanan Publik 

Provinsi Sumatera Selatan kembali akan menerima vaksin tahap kedua yang dikirimkan PT Bio Farma Bandung sebanyak 18.270 vial

SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Ilustrasi: Vaksin Covid-19. Sumsel Kembali akan menerima kiriman vaksin Covid-19 Sinovac sebanyak 18.270 vial. Diperkirakan sampai di Palembang besok, Rabu (24/2/2021). SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumatera Selatan kembali akan menerima vaksin tahap kedua yang dikirimkan PT Bio Farma Bandung sebanyak 18.270 vial. Vaksin tahap kedua  tersebut akan tiba di Palembang pada, Rabu  (24/2/2021). 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel), Ferry Yanuar menerangkan vaksin tahap kedua berbeda dari vaksin tahap pertama.

Satu vial vaksin Bio Farma terdapat sepuluh dosis vaksin, sehingga jumlah keseluruhan vaksin mencapai 182.700 dosis.Satu vial vaksin Bio Farma bisa digunakan untuk lima orang. 

"Pada tahap pertama dalam satu vial terdapat dua dosis. Ini yang membedakan jumlahnya dari vaksin sebelumnya," katanya,  Selasa (23/2/2021)

Dijelaskannya, vaksinasi tahap kedua ditujukan bagi lansia dan pekerja sektor publik di awal Maret mendatang. Pada tahap kedua ini  total ada 91.000 warga Sumsel akan mendapat vaksinasi.

Proses vaksinasi tahap kedua akan fokus kepada proses vaksinasi lansia di Palembang. Sedangkan lansia lain di luar Palembang akan menyusul ketika jumlah vaksin memenuhi dosis sasaran.

"Agar tidak terjadi penumpukan, vaksin yang datang akan dikirim bertahap ke luar Palembang. Proses vaksinasi tidak berbeda dari tahap pertama nakes," jelas Ferry. 

Kendati sudah masuk tahap kedua, namun pihaknya masih berupaya menyelesaikan vaksinasi tahap pertama bagi para nakes di Sumsel. Dari target sasaran berjumlah 49.007 orang pada vaksinasi tahap pertama, diketahui baru sekitar 35.369 orang yang mendapat vaksin.

Atau masih ada 13,638 orang yang belum divaksin. Para nakes yang belum mendapat vaksin pada umumnya terkendala penyakit komorbit dan registrasi.

"Kita masih terus mengejar proses penyelesaian vaksin hingga akhir Februari mendatang. Saat ini baru sekitar 72,17 persen nakes yang telah disuntik vaksin tahap pertama," ungkapnya. (Oca) 

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Azwir Ahmad
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved