Breaking News:

Korupsi Dana Covid 19

KPK Terima Laporan Rumah Sakit Potong Insentif Tenaga Kesehatan, Korupsi Anggaran Covid-19

 Juru bicara KPK Ipi Maryati mengungkap adanya pemotongan insentif tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19.

ist
Gedung KPK di Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan 

Ketiga, proses verifikasi akhir yang terpusat di Kemenkes yang dapat menyebabkan lamanya proses verifikasi dan berdampak pada lambatnya pembayaran insentif dan santunan tenaga kesehatan.

Ipi menjelaskan, KPK telah memberikan rekomendasi berupa perbaikan berupa pengajuan insentif tenaga kesehatan pada salah satu sumber anggaran saja (BOK atau BTT).

Untuk pembayaran insentif dan santunan tenaga kesehatan di kabupaten/kota/provinsi yang dibiayai dari BOK cukup dilakukan oleh tim verifikator daerah.

Selanjutnya pembayaran insentif dan santunan yang dilakukan secara langsung kepada tenaga kesehatan.

Menurut Ipi, atas rekomendasi tersebut, Kemenkes telah menindaklanjuti dan menerbitkan regulasi baru dengan perbaikan pada proses verifikasi dan mekanisme penyaluran dana insentif dan santuan bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

KPK memastikan para tenaga kesehatan menerima haknya tanpa ada pemotongan, untuk itu KPK meminta Inspektorat dan Dinas Kesehatan untuk bersama-sama mengawasi penyaluran dana insentif dan santunan.

Insentif dan santunan kepada tenaga kesehatan merupakan bentuk penghargaan dari pemerintah kepada tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Kekhawatiran terjadinya praktik korupsi dana penanganan Covid-19, sebelumnya telah diingatkan Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Misbah Hasan. Ada sejumlah potensi korupsi dalam penanganan Covid-19.

Potensi korupsi antara lain saat pemerintah menggelontarkan dana bantuan untuk warga yang mengalami pelemahan ekonomi karena pandemi Covid-19.

"Penggelapan dana bantuan. Bisa saja anggaran-anggaran sudah ditransfer bermasalah di pelaksananya, jumlah bantuan tak sesuai dengan yang diterimakan," kata Misbah seperti dikutip Kompas.com, April 2020 lalu.

Halaman
123
Editor: Sutrisman Dinah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved