Breaking News:

Ketua Dewan Kopi Berharap Ekspor Kopi Sumsel Bisa Lewat Pelabuhan Tanjung Carat Banyuasin

Ekspor kopi khas Sumsel sangat dinantikan oleh masyarakat. Hal ini karena dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sumsel

SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Salah satu petani kopi Pagaralam yang telah menerapkan sistem stek dengan hasil panen yang cukup banyak. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Sumsel bersama Kementerian Perhubungan RI saat ini sedang fokus membangun pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin.

Pembangunan pelabuhan ditargetkan dapat selesai pada tahun 2023, dan akan mulai beroperasi pada tahun 2024.

Dalam progres pembangunan tersebut, sejumlah tokoh mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan pekerjaan rumah setelah Pelabuhan Tanjung Carat tersebut selesai, salah satunya adanya persaingan antar pelabuhan samudera.

Salah satu persaingan ekspor juga harus fokus pada komoditi kopi yang merupakan andalan dari provinsi Sumsel.

Ketua Dewan Kopi Sumsel, Zain Ismed mengatakan kopi adalah salah satu komoditi andalan yang perlu diekspor melalui pelabuhan, sehingga dengan adanya Pelabuhan Tanjung Carat ini menjadi pekerjaan rumah kedepannya.

“Tidak ada permasalahan terkait teknis pembangunan, tinggal menyikapi non teknisnya. Saat membangun pelabuhan ini, kita akan dihadapi banyak persaingan antar pelabuhan,” ujarnya, Selasa (23/2/2021).

Ekspor kopi khas Sumsel sangat dinantikan oleh masyarakat.

Hal ini karena dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Sumsel yang sebagian besarnya bertumpu pada pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, selama ini kopi khas Sumsel hanya terkenal di kota-kota besar, seperti Palembang, juga daerah sekitarnya.

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved