Breaking News:

Hadapi Karhutla Pada 2021, Pemprov Sumsel Anggarkan Rp30 M untuk Pencegahan: Masuk Raport Nasional

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya Karthula, Pemprov mengucurkan dana sebesar Rp30 Miliar.

BPBD Ogan Ilir
(DOK) Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (4/8/2020) siang. 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM,  PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan dana sebesar Rp30 M untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2021.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa untuk mengantisipasi terjadinya Karthula, Pemprov mengucurkan dana sebesar Rp30 Miliar.

Dana tersebut diperuntukan membuat sekat kanal, sumur bor, dan peralatan lainnya di daerah yang rawan Karhutla.

Baca juga: Prediksi BMKG: Musim Kemarau Tahun 2021 Lebih Kering Dari Tahun Lalu, Waspada Karhutla

Baca juga: Musim Hujan Karhutla Masih Terjadi di Sumsel, Sepanjang Tahun 2021 Terpantau 15 Hotspot

“Pencegahan karhutla secara permanen sangat mungkin dilakukan. Apalagi, kita memiliki pengalaman untuk mengatasi terjadinya karhutla tersebut. Terbukti tahun lalu kita tercatat sebagai daerah relatif bebas asap," ujarnya, Selasa (23/2/2021)

Menurutnya, dengan pengalaman yang ada, Sumsel sendiri sangat siap melakukan upaya pencegahan karhutla secara permanen.

Hanya saja dibutuhkan pengelolaan yang baik terhadap lahan yang dinilai rawan tersebut, utamanya saat menghadapi musim kemarau di tahun 2021 ini.

Mantan Bupati OKU Timur ini pun optimis bahwa Bumi Sriwijaya akan kembali bebas asap karhutla pada tahun ini.

Baca juga: Herman Deru: Siaga Darurat Karhutla di Sumsel Mulai Maret 2021, Antisipasi Pencegahan Menerapkan TMC

Baca juga: Cegah Karhutla, 500 Sumur Bor Dibangun untuk Basahi Gambut Sumsel

Diakuinya, dari hasil pemantauan, karhutla kerap terjadi di lahan-lahan yang tak terkelola. 

"Di Sumsel sendiri, dari 1,3 juta hektare lahan, lebih dari 50 persennya  merupakan hutan kawasan dan sebagiannya tidak produktif," jelasnya. 

Halaman
12
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: RM. Resha A.U
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved