Breaking News:

Cerita Serial Bunga Sedap Malam (3) : Pintu Utama

Lindungi saya dari belakang .." Kata Rahman, dari lantai teratas gedung perkantoran lantai 25. Rahman menyelinap ke balik dinding gedung, lalu .......

Editor: aminuddin
Ilustrasi/handout/ist
Ilustrasi tangan diborgol 

Suara itu bersumber dari gudang.

Tauco mendekat.

Sedangkan tiga rekannya sibuk menghitung sejumlah uang hasil pembagian bonus.

Lumayan besar bonus yang didapat kali ini.

Bos Siao Lung menang.

Lagi untung besar.

Praaak ...

Cekraaak ...

Auuugh ...

Rintihan Tauco mengagetkan Tainen, Taisek dan Taici.

Semula duduk, bergegas berdiri dan mencari asal suara itu.

"Jangan bergerak!" Letnan Sayuti dan Rahim mengarahkan pistolnya ke kepala Taici cs.

Sementara Tauco tak sadarkan diri terkena pukulan keras di kepala dan dada.

Rahman mengeluarkan borgolnya.

"Jangan macam-macam!" Bentak Rahim.

Melihat Tauco hendak kabur lewat pintu utama.

Cerita Serial Bunga Sedap Malam (3)

Pintu Utama

Oleh WAK AMIN

Suara itu bersumber dari gudang.

Tauco mendekat.

Sedangkan tiga rekannya sibuk menghitung sejumlah uang hasil pembagian bonus.

Lumayan besar bonus yang didapat kali ini.

Bos Siao Lung menang.

Lagi untung besar.

Praaak ...

Cekraaak ...

Auuugh ...

Rintihan Tauco mengagetkan Tainen, Taisek dan Taici.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved