Breaking News:

Berita Palembang

Balas Undangan Marzuki Alie, Pengurus Demokrat Sumsel : Ngak Usah Repot-repot

Ketua Badan Pembinaan OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPD Partai Demokrat Sumsel Firdaus Hasbullah SH

sripoku.com/a havis
Ketua Badan Pembinaan OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPD Partai Demokrat Sumsel Firdaus Hasbullah SH 

Laporan.wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Badan Pembinaan OKK (Organisasi Kaderisasi Keanggotaan) DPD Partai Demokrat Sumsel Firdaus Hasbullah SH mengucapkan terima kasih atas undangan mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie.

"Tapi dalam hal ini untuk apa? Sementara Pak Marzuki Alie sendiri kalau sekadar kami misalnya mau minta pendapat atau usul, kami ke DPP saja karena ada Ketum yang sah, ada pengurus harian yang sah di DPP. Jadi gak usah repot-repot mengundang kami untuk menjelaskan hal itu. Karena kami punya beberapa catatan tentang KLB yang dilakukan itu," ungkap Firdaus Hasbullah SH kepada Sripoku.com, Selasa (23/2/2021).

Mantan Presiden Mahasiswa UMP menyerukan bagi mantan kader maupun kader yang berada di lingkaran yang ingin melakukan gerakan yang dinilai tidak beretika agar segera dihentikan.

"Karena sampai hari ini kami kader di bawah kepemimpinan Bapak Haji Ishak Mekki DPD Partai Demokrat Sumsel solid tetap mempercayai Ketua Umum kami adalah Agus Harimurti Yudhoyono, AHY," kata Firdaus yang juga Kabid Hukum KONI Sumsel.

Seperti diketahui pasca Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumsel Ir H Ishak Mekki MM bersama jajaran pengurus lainnya meminta agar untuk berhenti bermanuver terkait kegaduhan di tubuh Partai Demokrat.

Mantan Sekjen DPP Partai Demokrat Dr H Marzuki Alie, SE MM justru sebaliknya meminta agar Ishak Mekki dan jajarannya itu untuk menemuinya selaku senior Partai Demokrat.

"Dak usah ditanggapi. Kalau mereka itu meraso datang baru, yo hubungi dong aku. Jangan ngomong di luar," jawab Ketua DPR-RI periode 2009-2014.

Pria kelahiran 6 November 1955 mengatakan justru dengan para jajaran pengurus DPD Partai Demokrat Sumsel berbicara di luar mengenai dirinya, dinilai mengajak masalah.

"Kalau dio ngomong di luar itu ngajak masalah. Mesti ngerti yang senior. Datang bae, aku kan di Palembang. Bukannyo aku di Jakarta. Dak usahlah cak meraso lebih tahulah. Kalau meraso apo-apo datanglah. Kan aku senior (di Partai Demokrat) di Sumsel ini. Datanglah aku di kampus. Jangan ngomong macam-macam itu. Sampeke," tegas pemilik Universitas Indo Global Mandiri (UIGM).

Kader Partai Demokrat sepertinya gerah setelah adanya cerita yang diungkapkan mantan Sekjen Partai Demokrat, Marzuki Alie terkait Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali oleh SBY hingga dinilai menyulut memanasnya kembali hubungan Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan.

Menanggapi hal itu, kader Demokrat dari Sumsel Firdaus Hasbullah mengaku tidak nyaman dengan sikap Marzuki Alie yang seolah-olah mengadu domba PDI Perjuangan dan Partai Demokrat.

"Saya sebagai Ketua BPOKK Demokrat Sumsel meminta dengan hormat, Pak Marzuki Alie untuk memberi contoh serta tauladan yang baik kepada junior. Jangan seperti kacang lupa dikulit. Kami selalu mengawal Ketum kami AHY yang sah hasil kongres," kata Firdaus Hasbullah.

Firdaus hasbullah kemudian mengungkit jabatan yang diemban Marzuki karena jasa besar SBY kala itu. Itu dibuktikan setelah duduk sebagai ketua DPR, Marzuki dikatakan dia tidak terpilih lagi sebagai legislator Senayan.

"Bapak Marzuki Alie kalau bukan karena Pak SBY, tidak akan duduk di Senayan. Buktinya, bapak yang sudah ketua DPR, tidak terpilih lagi sebagai anggota DPR. Artinya kemampuan bapak juga biasa-biasa saja," kata alumni kader HMI.

Sebelumnya, soal pernyataan SBY bilang Megawati Soekarnoputri kecolongan dua kali, disampaikan Marzuki dalam bincang-bincang dengan mantan Anggota DPR Akbar Faizal, yang ditayangkan di akun YouTube Akbar Faizal Uncensored.

Marzuki menceritakan pernah menjadi orang yang sangat dipercaya SBY di masa awal berdirinya Partai Demokrat sekaligus pencalonan SBY sebagai presiden di Pilpres 2004.

Dalam suatu momen, Marzuki bercerita soal pertemuannya dengan SBY setelah Pemilu Legislatif 2004.

"Setelah Partai Demokrat lolos pemilu legislatif dapat tujuh sekian persen (suara), saya ketemu SBY," kata Marzuki seperti dikutip dari tribun.news.com.

Marzuki mengatakan, dalam pertemuan itu SBY mengutarakan niatnya maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004 berpasangan Jusuf Kalla (JK).

SBY dan JK sama-sama menjabat sebagai menteri di kabinet yang dipimpin Megawati Soekarnoputri yang saat itu sebagai Presiden RI.

Saat itu SBY menjabat Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan JK menjabat Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

Namun saat itu SBY mengundurkan diri dari jabatan menteri menjelang dimulainya Pemilu 2004.

Di situ, lanjut Marzuki, SBY menyebut nama Megawati yang saat juga sebagai calon petahana.

"Pak SBY nyampaikan, ‘Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini," kata Marzuki menirukan ucapan SBY.

Marzuki menjelaskan maksud kecolongan dua kali, yang pertama adalah ketika SBY memutuskan maju di Pilpres 2004.

Kecolongan kedua bagi Megawati adalah ketika SBY memutuskan menggandeng JK.

Saat ditanya kembali oleh Akbar makna dari pernyataan kecolongan dua kali, Marzuki enggan membahas lebih lanjut.

"Itu kalimat yang saya dengar," ucap Marzuki. (Abdul Hafiz)

Baca juga: Anang Hermansyah Telan Pil Pahit, Azriel Mendadak Pindah Rumah Sakit, Kondisi Ashanty tak Jauh Beda

Baca juga: Digadang-gadang Lawan Finda di Pilkada Palembang 2024, Ini Kata Zainal Abidin dari Partai Demokrat

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved