Seorang SISWA SD Gugat Sekolahnya ke PTUN karena Tak Naik Kelas dan Menang, Ikuti Duduk Perkaranya

Lapor melapor tidak hanya meramaikan media social terkait cuitan yang diangap tidak mgenakan.

Editor: Salman Rasyidin
Kompas.com
Seorang anak SD menang dalam gugatan terkait dirinya yang tidak dinaikan kelas oleh sekolahnya. 

Putusan Hakim

Dalam bagian menimbangnya, hakim berpendapat bahwa surat pernyataan yang diminta sekolah bukanlah persyaratan untuk mendapatkan pelajaran pendidikan agama kristen.

Sehingga tanpa surat pernyataan itu pun, sekolah seharusnya tetap melibatkan atau memberikan pelajaran pendidikan agama kristen kepada murid atau penggugat sesuai ketentuan Pasal 12 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pendidikan dan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor : 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

Menurut hakim, hal ituselaras juga dengan dinyatakan bahwa Saksi-Saksi Yehowa Indonesia merupakan bagian dari Gereja Kristen sehingga dalam hal pelajaran pendidikan agama di sekolah, Majelis Hakim berpendapat tetap mengikuti Pelajaran Pendidikan Agama Kristen, tanpa mempersoalkan dogma/ajarannya.

Hakim lalu mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya dan menyatakan batal keputusan tidak naik kelasnya YT.

Hakim juga mengharuskan pihak sekolah mengeluarkan rapor baru untuk penggugat dengan nilai agama yang cukup agar YT bisa naik ke kelas III sekolah dasar. 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Tidak Naik Kelas, Siswa SD Negeri di Tarakan Gugat Sekolahnya dan Menang, Begini Duduk Perkaranya, https://wartakota.tribunnews.com/2021/02/22/tidak-naik-kelas-siswa-sd-negeri-di-tarakan-gugat-sekolahnya-dan-menang-begini-duduk-perkaranya?page=all

Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved