Seorang SISWA SD Gugat Sekolahnya ke PTUN karena Tak Naik Kelas dan Menang, Ikuti Duduk Perkaranya

Lapor melapor tidak hanya meramaikan media social terkait cuitan yang diangap tidak mgenakan.

Editor: Salman Rasyidin
Kompas.com
Seorang anak SD menang dalam gugatan terkait dirinya yang tidak dinaikan kelas oleh sekolahnya. 

Namun, pihak sekolah menolak seluruh dalil dari penggugat.

Pihak sekolah menyebut rapot bukan termasuk keputusan tata usaha negara, sehingga tak boleh digugat ke PTUN.

Dalam perkara ini objek gugatannya adalah rapot di mana YT dinyatakan tidak naik kelas.

Berikutnya pihak sekolah juga membantah tidak memberikan akses pelajaran agama.

Tergugat (pihak sekolah) sudah mengarahkan penggugat bertemu dengan guru Agama Kristen dan bertemu dengan Bimas Kristen di Kantor Kementerian Agama Kota Tarakan.

Pihak sekolah juga menyebut bahwa AT sudah bertemu dengan guru pembina keagamaan yakni Ibu IDR dan ternyata tidak menemukan penyelesaian terkait guru agama YT.

Selanjutnya, pihak sekolah juga menyebut bahwa surat rekomentasi dari Kementerian agama tertanggal 3 Januari 2020 berbunyi : “perihal anak murid SDN 051 Tarakan yang tidak diberikan soal pelajaran Agama Kristen, disampaikan bahwa jika yang bersangkutan memang benar-benar aktif mengikuti pelajaran pendidikan Agama Kristen (PAK) agar tetap diikutkan dalam Ujian Semester dan Ujian Pelajaran Agama Kristen.”

Dari bunyi surat itu, pihak sekolah menggarisbawahi kalimat benar-benar aktif.

Menurut pihak sekolah, YT sama sekali tidak pernah masuk kelas pada jam pelajaran Agama Kristen di sekolah.

Oleh karena itulah YT tidak mendapatkan nilai pelajaran agama dan akhirnya tidakn naik kelas.

Padahal sebenarnya YT tidak mengikuti pelajara agama lantaran pihak sekolah hanya menyediakan pelajaran agama Kristen, bukan pelajaran agama Kristen Saksi-Saksi Yehuwa sesuai yang dianut YT.

Sementara itu, saksi dari PNS Penyelenggara Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Tarakan, Otto Simon Tanduk, dalam kesaksiannya yang tertuang di surat putusan hakim, menyatakan bahwa Saksi-saksi Yehuwa bukanlah merupakah suatu aliran kepercayaan, tetapi merupakan bagian dari Gereja Kristen.

Otto juga menyatakan bahwa saksi-saksi Yehuwa terdaftar di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI,

Selain itu, Otto juga menyatakan bahwa benar status hukumnya Saksi-saksi Yehuwa adalah diakui.

Halaman
1234
Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved