Breaking News:

Seorang SISWA SD Gugat Sekolahnya ke PTUN karena Tak Naik Kelas dan Menang, Ikuti Duduk Perkaranya

Lapor melapor tidak hanya meramaikan media social terkait cuitan yang diangap tidak mgenakan.

Editor: Salman Rasyidin
Kompas.com
Seorang anak SD menang dalam gugatan terkait dirinya yang tidak dinaikan kelas oleh sekolahnya. 

SRIPOKU.COM—Lapor melapor tidak hanya meramaikan media social terkait cuitan yang diangap tidak mgenakan.

Dunia pendidikan pun sudah harus ikut berhadapan dengan proses pengadilan hanya karena  seorang siswa  tidak terima  siswa tersebut tidak naik kelas.

Menyadur WARTAKOTALIVE.COM diungkapkan bahwa seorang siswa SD di Kota Tarakan yang tidak naik kelas memilih menggugat sekolahnya.

Siswa SD kelas 2 itu kemudian memenangi persidangan dan pihak sekolah harus membatalkan keputusan tidak menaikkan dirinya.

Hakim PTUN Samarinda menjatuhkan putusan pengadilan bernomor XX/X/2020/PTUN.SMD tersebut pada 5 Januari 2021.

Putusan itu kini sudah ditayangkan di website Mahkamah Agung dan dapat diunduh dengan bebas.

Dalam surat putusan itu, penggugat adalah YT (9). Ia adalah siswa kelas II yang tidak naik kelas pada tahun pelajaran 2019/2020.

Namun, YT diwakili oleh ayahnya, yakni AT lantara YT masih berusia di bawah umur.

Dalam perkara ini, sang ayah memberikan kuasa kepada 4 pengacara dari TRUTH & JUSTICE Law Office yang berdomisi di Bandung.

iLUTRASI Seorang siswa saat pergi sekolah. Gambar diambil beberapa waktu lalu.
iLUTRASI Seorang siswa saat pergi sekolah. Gambar diambil beberapa waktu lalu. (SRIPOKU.COM/Syahrul)

Keempat pengacara itu adalah Ponco Saloko, Mario Kristo, Jefta Naibaho, dan Singap Albert Panjaitan.

Halaman
1234
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved