Breaking News:

Berita Palembang

Penyebab Ratusan Pedagang di Pasar 16 Ilir Palembang Bangkrut, Pengamat Ungkap 2 Faktor

Pandemi Covid-19 disinyalir menjadi penyebab tutupnya ratusan kios pedagang di Pasar 16 Ilir dalam setahun terakhir.

SRIPOKU.COM / Rahmaliyah
Tutupnya ratusan kios pedagang di Pasar 16 Ilir dalam setahun terakhir akibat Pandemi Covid-19, Senin (22/2/2021) 

Disebutkan Bernandette, faktor lain yang membuat pedagang sulit berdagang kembali karena modal usaha terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Hal ini mengingat penghasilan dari berdagang merupakan second income bagi sebagian orang.

"Ada yang hanya berjualan untuk bantu suami. Tapi karena kondisi pandemi banyak yang dirumahkan.

Mau tidak mau penyokong second income inilah yang membantu kebutuhan hidup. Modal terpakai tak bisa lagi jualan," ujarnya.

Ia pun tak menampik jika gulung tikar para pedagang di Pasar 16 Ilir bisa memberikan dampak bagi sektor lain yang menggantungkan nasib dari pusat ritel terbesar di Sumsel itu.

Mulai dari jasa transportasi yang biasanya digunakan pembeli untuk angkut barang belanjaan, jasa kuli angkut, parkir hingga capaian retribusi pasar Pemkot Palembang yang menurun dampak dari pedagang gulung tikar.

"Gulung tikar karena sisi permintaan menurun maka harus ada cara mengatasinya, bagaimana meningkatkan income di masyarakat agar daya beli naik. Pemerintah bisa membuka banyak lapangan pekerjaan yang membuat masyarakat punya penghasilan lagi. Seperti kita tahu selama pandemi banyak orang yang kehilangan pekerjaan, akibatnya daya beli juga menurun," katanya.

Sementara, Subsidi atau bantuan yang diberikan pemerintah bisa saja berpengaruh untuk di tahap awal tapi belum tentu berlanjut.

Karena tentu masyarakat menentukan peruntukkan uang bantuan untuk prioritas bukan hanya untuk berbelanja.

"Untuk bisa menggerakkan roda ekonomi secara natural harus ada investasi, tapi memang tidak mudah.

Sekarang Tanjung Carat dan KEK TAA sudah ada sinyal akan dibangun, mudah-mudahan akan memacu perputaran ekonomi di Sumsel," katanya.

Di sisi lain, Pemkot Palembang harus kreatif mengelola anggaran yang terbatas.

Dimana stimulus terhadap pelaku UMKM bisa menjadi cara menggerakan roda ekonomi pasca dampak pandemi Covid-19. (Cr26)

Baca juga: Fakta Canda Berakhir Petaka, Terungkap Asal Sajam Digunakan Pelaku, Awalnya untuk Masak

Baca juga: Pengakuan Pria yang bunuh Darsan karena Memeloroti Celananya di Ruang Terbuka: Dia Teman dari Kecil

Baca juga: Canda Berujung Petaka, Peloroti Celana Teman di Acara Hajatan, Darsan Meregang Nyawa 

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved