Breaking News:

Digerayangi saat Tidur, Gadis ini Kaget Lihat wajah Pelaku Hingga Dicekik Kepala Dibenturkan Tembok

Ia juga terlelap tidur di kasur. Ia tersadar saat melihat D mulai menyentuh bagian - bagian tubuhnya.

Istimewa/handout
Ilustrasi Gadis Taman Dayu Pandaan digerayangi dan cekik di villa 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-DN, gadis cantik merasa ada yang aneh karena seperti digerayangi saat tengah tertidur di sebuah Villa di Tretes, Kabupaten Pasuruan.

Maka dia terbangun dan lebih kaget lagi saat melihat wajah sang pelaku.

Sebab, pria yang menggerayanginya saat tidur itu tak lain kenalan barunya yang baru saja dikenal oleh H teman dekatnya, yang mengajak party di villa tersebut.

Karena digerayangi dan dilecehkan, DN berontak, dia pun sadar jika pelaku ingin memperkosanya.

Maka dengan tenaganya dia melakukan perlawanan, namun pelaku justru mencekik lehernya.

Karena terus meronta, bahkan pelaku lagi-lagi mencekik dan membenturkan kepalanya ke tembok.

Dengan sisa tenaganya, DN melawan dan akhir lolos, dia pun mendatangi pihak berwajib dan melapor.

Kejadian itu berlangsung Senin (22/2/2020) dini hari kemarin, Ia pun tak menyangka jika perkenalannya dengan seorang pria berujung mengenaskan, karena dia dianiaya dan dicekik bahkan nyaris diperkosa.

Namun, dia pun tak terima dan kemudian melaporkan kenalan barunya ke pihak berwajib, sebab selain nyaris diperkosa, dia pun dicekik dan kepala dibenturkan ditembok.

Seperti diketahui, DN, asal Taman Dayu, Kabupaten Pasuruan, maka itu dia bersama rekannya H datang ke sebuah Villa di Tretes, Kabupaten Pasuruan dan akan dikenalkan dengan seseorang berinisial H.

"Teman saya (H) bilang, saya mau dikenalkan temannya yaitu D. Ya saya iyain aja," katanya.

Selain itu, berdasarkan laporan ke pihak berwajib DN mengaku, dia janji ketemu minggu malam untuk pesta di Prigen. Ia dijemput D di rumahnya, Taman Dayu, Pandaan sekira pukul 21.00 wib oleh D.

"Kebetulan saya baru bisa dijemput jam 9 malam. Itu posisi saya pulang dari Malang.
Dan saya baru gabung pesta jam segitu. Saya tidak tahu itu pesta apa, tapi D sempat bilang itu hanya acara kongkow saja," sambung dia.

Namun, gelagat tidak enak sudah ada sejak dia datang di di villa, sebab di sana sudah berkumpul teman - teman D bersama teman perempuannya, termasuk teman dia, yakni H.

"Pesta dimulai. Karaoke dan minum minuman keras. Tapi saya sendiri tidak minum," urainya.

Petaka saat Masuk Kamar

Diakui DN, bahwa Petaka itu muncul setelah sejumlah teman D ini mulai masuk ke kamar dengan teman perempuannya satu per satu.

Setelah itu Hanya menyisahkan dua pasangan, ia dan D, dan teman D bersama teman perempuannya di luar.

"Awalnya saya menolak untuk diajak masuk ke kamar oleh D.

Namun, karena D sungkan, temannya ini tidak masuk ke kamar kalau D dan DN tidak masuk kamar.

Saya akhirnya mau diajak ke kamar," ungkap dia.

Begitu masuk kamar, kata dia, D ini mendadak mengeluh sakit perut.

Ia juga tidak mengetahui awal mulai D ini kesakitan.

Akhirnya, ia memanggil, temannya yakni H untuk mencarikan obat sakit perut.

"Saya suruh belikan promag, karena dia (D) mengeluh perutnya sakit sekali.

Tak lama, H membawakan promag untuk D.

Obat itu langsung diminum, dan D pun langsung tertidur di kasur," papar dia.

Tanpa sadar, ia pun mengakui jika akhirnya ia juga ketiduran.

Digerayangi

Ia juga terlelap tidur di kasur. Ia tersadar saat melihat D mulai menyentuh bagian - bagian tubuhnya.

"Jujur saya risih. Saya sampaikan saya tidak suka diperlakukan seperti itu.

Saya kecewa sekali. Saya sudah tegaskan ke dia. Seketika itu, saya marah karena dilecehkan, dan saya hanya ingin pulang," sambungnya.

Spontan, ia pun langsung memesan ojek online. Ia melihat jam menunjukkan pukul 03.00 wib.

"Saya langsung pesan grab dan saya ingin langsung pulang. Dan disitulah, dia (D) marah besar," jelasnya.

Dicekik

Disampaikan dia, D langsung mencekik lehernya.

Cengkramannya pun sangat kuat. Sampai - sampai, ia pun kesulitan bernapas.

Namun, ia berusaha sekuat tenaga melawan dan berusaha melepaskan cengkramannya.

"Semakin kuat saya melawan, semakin kuat cengkramannya.

Saya juga sempat dibenturkan ke tembok satu kali. Saya tetap melawan, dan akhirnya cengkraman yang mencekik leher saya lepas. Saya lega," urainya.

Ia menyebut, setelah itu, pesanan grab pun datang.

Ia langsung bergegas meninggalkan D di kamar.

Ia mengambil tas di meja, dan pergi dari lokasi kejadian. Ia juga sempat menegur H.

"Saya sempat mengetuk pintu kamar H. Di sana saya juga marah ke H, kenapa temannya D itu tidak sopan dan kurang ajar.

Saat itu, H hanya diam dan tidak menyampaikan apa - apa," ujar dia.

D pun juga sempat mengejarnya di kamar H.

Ia menyampaikan minta maaf atas kejadian tersebut.

Ia bahkan mengulurkan tangan untuk mengajaknya kembali ke kamar.

"Saya tidak mau. Saya merasa dilecehkan dan saya juga sudah dianiaya.

Leher saya dicekik. Saya tetap tidak menggubris , dan saya pergi ke polsek untuk membuat laporan polisi atas penganiayaan itu," katanya.

Kasus Sudah Dilaporkan

Kapolsek Prigen AKP Bambang Tri membenarkan laporan tersebut.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus ini.

Tim sudah bergerak di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.

"Baik korban, saksi, dan terduga pelaku yakni D sudah kami mintai keterangan.

Kami masih menunggu hasil visum luka korban yang sudah dilakukan oleh Puskesmas Prigen.

Setelah itu kami akan menentukan sikap," sambungnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved