Breaking News:

Sekolah Milik Yayasan KH Hasan Basri di OKU Seklatan Kini Tinggal Nama Pasca Tanah Dijual 2 Miliar

sekolah yayasan yang awal mulanya digunakan sebagai sekolah Nahdatul Ulama (NU) tersebut dijual pada seorang pengusaha untuk dibangun sebuah ruko.

sripoku.com/alan
Seorang pengendara motor melintas di depan lokasi gedung sekolah Yayasan KH Hasan Basri di Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Ilir Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan, Minggu (21/2/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Sekolah Yayasan KH Hasan Basri, yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar Ilir, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) kini hanya tinggal nama.

Dikabarkan, sekolah yayasan yang awal mulanya digunakan sebagai sekolah Nahdatul Ulama (NU) tersebut dijual pada seorang pengusaha untuk dibangun sebuah ruko seharga Rp 2 Milyar.

Dihimpun Sripoku.com, gedung yang telah menciptakan sejarah dari alumni dari pribumi setempat merupakan tanah hibah dari warga kepada Nahdatul Ulama, tepatnya di tahun 1930 untuk dijadikan sebuah tempat mengenyam pendidikan sekolah NU.

Ramalan 12 Zodiak Cinta Besok, Senin 22 Februari 2021: Pasangan Jadi Penghalang Karier Gemini

"Saat itu, sekolah NU ada SD dan SMP di tingkat SMP ada jurusan pendidikan guru agam (PDA)," ujar Syahrofi, seorang alumni SMP NU tahun 1978 kepada Sripoku.com, Minggu (21/2/2021).

Hanya saja, karena saat itu peminat sekolah NU semakin berkurang, dengan kesepakatan dari berbagai pihak antara ahli waris anak dan pengibah digunakan tempat sekolah MTs Negeri yang saat ini pindah kewilayah Bumi Agung.

Pasca kepindahan sekolah MTs Negeri, melalui musyarah Ahli waris yakni H Yahya dan pihak NU dijadikan sekolah Yayasan KH SMA Hasan Basri yang diketuai oleh H Zakaria Hasan Basri. 

Namun, bergulirnya waktu, persaingan lembaga sekolah semakin ketat, setelah puluhan tahun berdiri dengan mengeluarkan ribuan alumni, SMA KH Hasan Basri ditutup karena terkendala minimnya peserta didik.

Dari penelusuran Sripoku.com, pasca ditutup ketua yayasan mengembalikan tanah kepada pada Haji Yahya selaku ahli waris penghibah yang telah wafat. 

Bupati Banyuasin Askolani Sambangi Warga Binaan Lapas Narkotika Banyuasin Sampaikan Pesan Ini

Namun baru-baru ini karena beberapa tahun terkahir gedung sekolah tak difungsikan ahli waris yang disaksikan oleh pihak yayasan hasan basri serta pihak terkait pengurua NU menjual tanah tersebut.

Kendati demikian dari penjualan tanah tersebut Syarkoni anah dari Haji Yahya mengatakan, ayahnya Haji Yahya ahli waris yang melakukan tukar guling dengan membeli tanah diwilayah Jakabaring Palembang yang diwacanakan sebagai tempat pondok pesantren.

"Ya pasca sekolah KH Hasan Basri tutup dan tak difungsikan, tanah dijual dan telah dibeli oleh Edi Marathon senilai Rp 2 Milyar, dari hasil penjualan dibelikan lagi tanah kosong diwilayah Jakabaring Palembang,"ujar Syarkoni kepada Sripoku.com, Kamis (11/2) pekan lalu.

Tak hanya itu, untuk kepada pihak NU yayasan Hasan Basri juga memberikan konpensasi tanah seluar 5.000 meter persegi wilayah Bumi Agung Kecamatan Muaradua pada Nahdatul Ulama (NU) OKU Selatan yang saat ini diketuai oleh Wakil Bupati Sholehien Abuasir.

"Selain itu, sebagai kompensasi pada pihak NU, yayasan memberikan tanah seluas 5000 meter persegi di kawasan Bumi Agung," tambahnya.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved