Breaking News:

Bawa Pisau ke Tempat Hiburan Malam, Seorang Warga Tangga Takat Ini Aniaya dan Tikam Seseorang

Atas kejadian tersebut, seorang warga menderita luka pukul dan luka tusuk yang diduga dilakukan oleh seorang warga Tangga Takat, Plaju.

istimewa
Olah TKP penikaman dan penganiayaan di salah satu tempat hiburan malam di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keributan terjadi di salah satu tempat hiburan malam di Palembang, Minggu (21/2/2021) dini hari.

Atas kejadian tersebut, seorang warga menderita luka pukul dan luka tusuk yang diduga dilakukan oleh seorang warga Tangga Takat, Plaju.

Pelaku sudah berhasil diamankan petugas ranmor Polrestabes Palembang pimpinan Kasubdnit Opsnal Ranmor, Ipda Jhoni Palapa beberapa saat usai kejadian.

Minimalisir Banjir di Palembang, BBWS Sumatera VIII Normalisasi Tiga Anak Sungai

Pria berusia 37 tahun itu diamankan oleh petugas yang datang memakai baju preman.

Informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan dan penusukan Oz terharap korban berawal saat korban sedang berada di lantai 4 di klub malam tersebut.

Lalu, korban saat itu dihampiri oleh pelaku yang tiba-tiba langsung memukul korban secara berkali kali dan menusuk korban dengan menggunakan senjata tajam di bagian pinggang sebelah kanan. 

Korban menderita luka robek di bagian kepala dan akibat kejadian tersebut korban dibawa dan dirujuk ke rumah sakit.

"Benar pelaku kita amankan atas laporan korban tentang kasus pengeroyokan dan penusukan, ' ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana, melalui Kanit Ranmor, Iptu Irsan Ismail, Minggu (21/2/2021). 

Irsan mengatakan, saat mengetahui adanya keributan dan penusukan di TKP, anggota pun langsung ke lokasi kejadian.

Posting Foto Selfie Pakai Handuk Hotel, Anya Geraldine Dibanding-bandingkan Dengan Selebgram Dayana

"Kita bergerak cepat ke lokasi saat mendapatkan informasi tersebut, dan kita juga cepat lakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi di lapangan.

Alhasil, tersangka berhasil kita amankan," ungkap Irsan. 

Atas ulahnya pelaku terancam pasal 170 KUHP, dengan ancaman kurungan penjara di atas 4 tahun.

Hingga kini petugas masih memasang police line di TKP guna penyelidikan lebuh lanjut.

Sedangkan tersangka ketika ditemui di ruang reskrim hanya bisa tertunduk malu dan mengakui perbuatannya.

"Saya khilaf pak, dan kesal saja dengan korban," katanya yang mengaku bersalah.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved