Breaking News:

Kudeta Militer Myanmar

GADIS BERambut Panjang Tersungkur Cium Tanah, Selobang Peluru Tembus Kepala: Picu Kemarahan

Ia tewas beberapa hari setelah peluru menembus kepalanya saat bentrok terjadi antara massa anti-kudeta dengan polisi.

AFP
Sejumlah petugas medis membawa korban tembakan aparat saat demo 

SRIPOKU.COM, MYANMAR--Seorang remaja wanita dikonfirmasi menjadi korban tewas pertama dalam kudeta Myanmar, setelah ditembak oleh polisi di kepalanya ketika melakukan unjuk rasa. Mya Thwate Thwate Khaing adalah remaja wanita pekerja toko kelontong di ibu kota Myanmar, setidaknya sampai kurang dari 2 pekan lalu, sebelum ia ditembak dan menandai simbol perlawanan nasional.

Melansir AFP pada Jumat (19/2/2021), kematian gadis muda barisan anti-kudeta telah mengirimkan gelombang kesedihan di seluruh negeri. Ia tewas beberapa hari setelah peluru menembus kepalanya saat bentrok terjadi antara massa anti-kudeta dengan polisi.

Mya Thwate telah bergabung dengan pengunjuk rasa di Naypiydaw, menuntut pembebasan dan pengembalian kekuasaan pemerintah sipil negara yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, yang memenangkan pemilu 8 November lalu. Dalam aksi protes itu, polisi membubarkan massa dengan tembakan peluru karet. Tapi, Mya Thwate adalah 1 dari 2 demonstran yang terluka parah terkena peluru tajam.

Keluarganya merayakan ulang tahunnya yang ke-20 pada 2 hari setelah dia terbaring tak sadarkan diri di ranjang unit perawatan intensif rumah sakit. Staf rumah sakit mengkonfirmasi bahwa remaja itu telah meninggal dunia sebelum tengah hari pada hari ke-10 ia ditembang, Jumat (19/2/2021). "Kami sedih dan tidak dapat membicarakannya saat ini," ujar saudara laki-lakinya kepada AFP. Sementara, upacara pemakamannya akan dilakukan pada Minggu (21/2/2021).

Mya Thwate Thwate Khaing adalah korban tewas pertama yang dikonfirmasi dalam gerakan anti- kudeta Myanmar, sejak militer kembali berkuasa pada 1 Februari.
Video grafis telah beredar secara online tentang remaja berambut panjang yang tersungkur ke tanah dan orang-orang yang melihatnya berbondong-bondong memberikan pertolongan pertama. Amnesty International mengatakan telah memverifikasi rekaman insiden saat itu dan terlihat "polisi dengan ceroboh menargetkan pengunjuk rasa, tanpa peduli nyawa atau keselamatan mereka sama sekali".

Segera setelah penembakannya, Mya Thwate Thwate Khaing menjadi pembicaraan di seluruh Myanmar dan mnejadi bahasan untuk kampanye pemberontakan sipil melawan rezim militer baru.

Sebuah spanduk sepanjang 15 meter dengan karya seni yang menggambarkan saat Mya Thwate ditembak, digantung di jembatan di Yangon, sementara beberapa pengunjuk rasa membawa foto dirinya saat pawai protes. Mya Thwate Thwate Khaing juga membawa kecaman pedas dari mata internasional terhadap junta militer.

"Mereka bisa menembak seorang wanita muda, tetapi mereka tidak bisa mencuri harapan dan ketetapan hati orang-orang yang bertekad," tweet Pelapor Khusus PBB Tom Andrews. Kematiannya memicu curahan penghormatan emosional di media sosial saat berita itu menyebar pada Jumat (19/2/2021).

"Kami akan menganggap Anda sebagai Martir kami," tulis salah satu pendukung gerakan protes di Twitter. "Kami akan menuntut keadilan untukmu," lanjutnya.

Seorang pejabat rumah sakit mengatakan penyebab kematiannya akan diselidiki oleh dewan medis. Identitas pria bersenjata itu masih belum diketahui, tetapi pengguna Facebook dan Twitter telah melakukan perburuan online. Beberapa telah memposting detail pribadi, termasuk alamat rumah dan lokasi bisnis keluarga, dari seorang pria yang mereka curigai menembakkan peluru.

Target tersebut membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak bersalah dalam sebuah posting Facebook. Pada hari ulang tahunnya pekan lalu, teman-teman Mya Thwate Thwate Khaing telah membawa bunga dan makanan ke kuil Buddha untuk mendoakan kesembuhannya. "Dia adalah anak muda yang memiliki banyak harapan untuk masa depannya," kata saudara perempuannya, Poh Poh kepada AFP saat itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kudeta Myanmar telah Telan 1 Korban Tewas, Seorang Remaja Penjaga Toko", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2021/02/19/201917470/kudeta-myanmar-telah-telan-1-korban-tewas-seorang-remaja-penjaga-toko?page=all#page2.
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca

Editor: Wiedarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved