Breaking News:

Teror KKB Papua

SITUASI MENCEKAM, KKB Papua Masuk Kota, Teror Guru dan Aniaya Wanita: Pukul 17.00 Kunci Pintu

TNI dan Polri siaga satu. Aparat meminta setelah pukul 17.00 warga tidak lagi melakukan aktifitas di luar rumah.

Kolase Facebook TPNPB dan Dok.Humas Polda Papua via antaranews
Korban penyerangan KKB Papua dengan parang mendapat perawatan medis 

SRIPOKU.COM, PAPUA--Aksi KKB Papua seakan tidak pandang bulu, siapa saja bisa mereka aniaya. Kabar masuknya kelompok ini ke kota membuat situasi mencekam. TNI dan Polri siaga satu. Aparat meminta setelah pukul 17.00 warga tidak lagi melakukan aktifitas di luar rumah.

Kabar terakhir, KKB Papua mengeroyok emak-emak di Kampung Yulukoma, Distrik Bioga, Kabupaten Puncak, dikeroyok dan dibacok parang oleh beberapa anggota KKB Papua.

Emak-emak tersebut bernama Deljati Pamean (28), seorang ibu rumah tangga yang membuka warung kelontong di rumahnya.

“Memang benar pelaku penganiayaan diduga anggota KKB Papua, namun dari kelompok mana masih dalam penyelidikan,” ujar Kapolres Puncak AKBP Dicky Saragih, Rabu (17/2/2021) seperti dikutip dari Antara.

Berikut kronologi dan kondisi korban.

1. KKB Papua mengaku ingin belanja

Kapolres mengungkapkan, insiden penganiayaan terjadi pada pukul 13.00 WIT Selasa (16/2/2021).

Saat itu korban tengah berada di rumah yang digunakannya sebagai kios atau warung yang menjual aneka kelontong bersama Hendra Tennan.

Saat itu, korban sedang melayani pembeli yang akan berbelanja di kiosnya, lalu datang tiga orang, dua di antaranya menyatakan ingin berbelanja.

Sementara seorang lainnya berada di luar, dan salah seorang rekan pelaku menanyakan keberadaan suami korban yang dijawab sedang ke pasar.

Halaman
1234
Editor: Wiedarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved