Breaking News:

Berita Palembang

Kembali Sebar Pemasangan 100 Mesin e-Tax, BPPD Kota Palembang Prioritaskan Tempat-tempat Ngopi

Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, cafe-cafe atau tempat ngopi masuk prioritas untuk pemasangan.

SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
FOTO Dokumen. Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin, Minggu (7/7/2019) seusai melakukan pemantauan pemasangan e tax di Rumah Makan Pindang Simpang Bandara Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk memaksimalkan potensi pajak hotel dan restoran, Badan Pengelolaan Pajak daerah (BPPD) Kota Palembang akan kembali memasang hampir 100 unit mesin e-tax di tahun ini. 

Salah satu sasaran untuk pemasangan mesin e-Tax adalah kedai kopi atau pun cafe.

Hal ini menyusul dengan semakin menjamurnya tempat-tempat ngopi saat ini di Palembang. 

Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, cafe-cafe atau tempat ngopi masuk prioritas untuk pemasangan.

Namun, mereka akan tetap melihat seberapa potensi dari tempat usaha yang akan dipasang mesin e-tax. 

"Kita lihat dulu potensinya, jangan sampai ini mubazir, sementara potensinya tidak begitu. Jadi lebih mahal sewa alatnya dibandingkan pemasukkannya, " katanya, Kamis (18/2/2021). 

Sulaiman menambahkan, pengenaan pajak hotel dan restoran akan menyesuaikan dengan omset yang diterima perbulannya.

Dengan dua klasifikasi yakni bagi omset Rp 9-12 juta sebesar 5 persen dan untuk omset Rp 12 juta keatas dikenakan 10 persen. 

Baca juga: TPP Belum Dibayar Dua Bulan, ASN Pemkot Palembang Ini Nunggak Bayar Listrik, Dapur Ga Bisa Ngepul!

Baca juga: PEJABAT Pemkot Palembang Masih Belum Patuh, tak Lapor Harta Kekayaan ke KPK, Siap-siap Kena Sanksi

Baca juga: Tunggu Pelunasan Utang dari Pemkot Palembang, Kontraktor Terpaksa Gadaikan Mobil Bayar Gaji Karyawan

"Kita akan lihat omsetnya. Karena sebenarnya saat mereka buka usaha harus segera membuat NPWPD. Kita sudah connect ke DPM-PTSP, setelah DPM-PTSP mengeluarkan izin kalau mereka sudah ada NPWPD," jelasnya

Lanjutnya, saat ini tim BPPD melakukan pengecekan ulang mesin e-tax yang telah terpasang sejak  2019 lalu apakah masih digunakan atau tidak. Total sudah ada 524 mesin e-tax yang telah dipasang. Tahun ini ditargetkan total 600 e-tax harus terpasang. 

"Nah sisa yang belum terpasang ini terus kita kejar. Mudah-mudahan tercapai ditahun ini," jelasnya. 

Selain itu, BPPD juga melakukan pengawasan terhadap mesin-mesin e-tax yang terpasang. Mengingat, selama pandemi Covid-19 ini tak sedikit usaha yang tutup. Pengecekan ulang perlu dilakukan untuk memastikan apakah mesin benar difungsikan.
 "Kami memonitor dari dashboard BPPD. Kalau disana mesinnya mati tim langsung ke lapangan sebab hasil temuan kami alat dipasang tapi tidak dioperasionalkan alasannya karena pandemi. Kita tidak tahu menahu, alat harus dipasang," tutupnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved