Breaking News:

Dinkes Sumsel Akan Vaksinasi 700 Ribu Lansia Pada Awal Bulan Maret  

Sebanyak 700 ribu orang lansia akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada bulan Maret mendatang.Kelompok rentan meninggal jika terinfeksi covid-19

SRIPOKU.COM/MAYA CITRA ROSA
Dokter spesialis kandungan RSMH Palembang, dr Ferry Yusrizal, spOG saat dilakukan vaksinasi, Selasa (9/2/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 700 ribu orang lanjut usia (lansia) di Sumsel pada awal Maret mendatang. 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Ferry Yanuar, mengatakan, penyuntikan vaksin bagi lansia ini dilakukan mengingat kelompok ini merupakan kelompok paling rentan meninggal dunia jika terinfeksi Covid-19.

"Kasus pertama kita di Sumsel meninggal akibat Covid-19 juga karena mereka memiliki komorbid yaitu diabetes melitus," kata Ferry, Kamis (18/2/2021).

Angka kematian akibat infeksi virus korona bagi kelompok rentan dengan penyakit penyerta pun mencapai 60 persen. 

Penyuntikan vaksin untuk lansia ini akan berbarengan dengan jadwal vaksinasi petugas pelayan publik seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri dan lainnya. 

"Mana yang duluan tunggu skenario pusat," tambah Ferry. 

Pada Maret mendatang juga akan kembali didatangkan kembali 1,149 juta  dosis vaksin ke provinsi Sumsel. Meski demikian, Ferry meyakni vaksin tersebut tidak akan dapat memenuhi target vaksinasi. Hal ini dikarenakan secara nasional stok vaksin yang dimiliki pemerintah hanya sekitar 20 juta dosis.  

"Ada stok 14 juta plus 7,7 juta plus 4,6 juta dan 70 persen alokasi untuk provinsi Jawa dan Bali karena daerah tersebut kasusnya tinggi," jelas dia. 

Menurut dia, dari sasaran 57 ribu orang penerima vaksin di Sumsel hingga kini baru  49 ribu saja yang telah dilakukan vaksinasi. Saat ini, untuk vaksinasi tahap pertama pun masih sekitar 30 persen yang tertunda. 

"Jadi, sasaran 57 ribu tapi karena vaksin yang diterima 100 ribu tidak bisa untuk 57 ribu. Kami tetap kejar target untuk 70 persen karena masih ada yang tidak bisa divaksin," ujarnya. 

Penundaan vaksinasi di Sumsel disebabkan oleh proses screening yang masih longgar. Mulanya proses screening sebelum vaksin mengharuskan calon penerima dengan tensi darah 140/90 menunda proses imunisasi. 

Dalam petunjuk teknis terbaru, penyintas Covid-19 pun telah diperkenankan untuk menerima vaksin asal telah tiga bulan  bulan sembuh.

"Di aturan baru tekanan darah hingga 180 boleh divaksin. Kontak di bawah 14 hari terakhir atau sudah lama bisa tidak ada masalah," jelas Ferry.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved