Breaking News:

Tahanan Kejari Palembang Kabur

BREAKING NEWS : Terdakwa Narkoba Joko Zulkarnain Jaringan Eks Anggota DPRD Palembang Kabur

Terdakwa Joko Zulkarnain melarikan diri saat sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

SRIPOKU.COM/CHAIRIUL NISYAH
Agung Ary Kesuma jelaskan kronologi Joko Zulkarnain kabur, eks anggota DPRD Kota Palembang kasus narkoba 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Salah seorang tahanan Kejari Palembang, terdakwa kasus narkotika atas nama Joko Zulkarnain yang ditangkap beberapa waktu lalu, bersama terdakwa Doni CS melarikan diri.

Terdakwa Joko Zulkarnain melarikan diri saat sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Dia merupakan terkait dengan jaringan Doni SH,  eks Anggota DPRD Kota Palembang yang terancam hukuman mati.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Palembang, Agung Ary Kesuma SH MH, Kamis (18/2/2021).

"Benar salah satu dari 6 terdakwa narkotika atas nama Joko Zulkarnain Melarikan diri," ujar Ary.

Menurutnya pihak nya sampai saat ini masih terus melakukan pencarian, dengan melibatkan berbagai pihak.

"Sampai saat ini kami masih terus melakukan upaya pencarian," ujar Ary.

==

Jaringan Narkoba Sumatera

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut Joko Zulkarnain disebut sebagai seorang bandar narkoban jaringan kakap. Diduga jaringan pengedar narkoba Lintas Sumatera.

Hal ini diungkapkan Badan Narkotika Nasional (BNN) seperti dikutip dari dokumentasi Sripoku.com.

Dia merupakan jariangan Doni SH mantan anggota DPRD Kota Palembang, tersangka penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu seberat 4 kilogram dan 21 ribu ekstasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Jumat (11/12).

Seperti diketahui, Joko Zulkarnain, bersama Doni SH dilimpahkan serta Ahmad Najmi Ermawan, Alamsyah, Yati Surahman dan Mulyadi tengah menjalani proses sidang di pengadilan.

Diberitakan Sebelumnya, seorang anggota DPRD Palembang ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) dengan barang bukti lima kilogram (kg) narkoba jenis sabu dan ribuan ekstasi.

Dalam jaringan ini, D berperan mengendalikan para kurir sebagai kaki tangannya. Sementara D bekerja sama seorang pemodal yang tinggal di Medan berinisial M.

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved