Breaking News:

Berat Hati, Pria Ini Hancurkan Knalpot Racing Motornya Sendiri di Halaman Kantor Polisi

"Kurang lebih 31 kendaraan dengan knalpot racing yang kita tertibkan selama kurang lebih satu bulan terakhir ini dari berbagai penindakan dilapangan,"

tribunsumsel/eko
Jefri pemilik kendaraan bermotor berknalpot racing di Kota Lubuklinggau Sumsel memusnahkan knalpot motornya sendiri.  

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Jefri, pemilik kendaraan bermotor berknalpot racing di Lubuklinggau, memusnahkan knalpot motornya sendiri.

Dengan raut wajah penuh kesedihan, ia memusnahkan knalpot seharga ratusan ribu itu dengan cara dipukul-pukulnya hingga knalpot racing tersebut ringsek dan tidak bisa digunakan lagi.

Knalpot racing milik Jefri ini dimusnahkan di halaman Mapolres Lubuklinggau, karena tidak sesuai standar dan kerap meresahkan masyarakat di Lubuklinggau.

Kapan Lansia di Sumsel Mulai Divaksinasi Covid-19? Dinkes Kini Tunggu Tambahan Dosis Vaksin

Proses pemusnahan knalpot racing ini disaksikan oleh Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, dan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Lubuklinggau.

Ia menyampaikan, total 31 kendaraan knalpot racing menggunakan knalpot racing atau diamankan Satlantas Polres Lubuklinggau hasil razia tiga pekan terakhir.

"Kurang lebih 31 kendaraan dengan knalpot racing yang kita tertibkan selama kurang lebih satu bulan terakhir ini dari berbagai penindakan dilapangan," ungkapnya.

Kelincahan Kompol Yuni Nyamar demi Berantas Narkoba, Pemegang Sabuk Hitam Pernah Hajar Pengedar

Menurutnya, penertiban motor knalpot racing ini menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang mengaku resah, karena suara dari knalpot racing sangat mengganggu masyarakat.

"Kendaraan ini ketika digunakan suaranya sangat bising, itulah kita tertibkan karena benar-benar mengganggu masyarakat Kota Lubuklinggau saat melintas," ujarnya.

Puluhan kendaraan tersebut rata-rata terjaring saat anggota satlantas sedang patroli, Namun kebanyakan motor-motor tersebut diamankan ketika tengah melakukan balapan liar.

Sebagai tindak lanjut dilapangan untuk memberikan rasa efek jera kepada pengguna, untuk  motor tersebut ditahan di Polres Lubuklinggau sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Nanti setelah ada keputusan pimpinan motor baru akan kita lepaskan, lalu mereka membayar denda tilang dan harus membawa knalpot standar," ungkapnya.

Cerita Pemilik Rumah Makan di Pagaralam, Omsetnya Turun Hingga 150 Persen Selama Pandemi Covid-19

Ia mengimbau kepada para orangtua di Lubuklinggau yang memiliki anak menggunakan knalpot racing untuk segera menggantinya dengan knalpot standar.

"Ini untuk meminimalisir hal-hal yang dilakukan anak-anak di jalan raya. Apalagi knalpot racing identik untuk balap liar," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved