Breaking News:

Jangan Ganggu Pemimpin Kami, Sejumlah Masyarakat Muaraenim Curhat ke DPRD Usai Juarsah Ditahan KPK

puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Kabupaten Muaraenim Bersatu (MKMB) menggelar aksi damai di kantor DPRD Muaraenim

sripoku.com/ardani
Puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Kabupaten Muaraenim Bersatu (MKMB), menggelar aksi damai di Kantor DPRD Muaraenim, Rabu(17/2/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Karena prihatin dan khawatir dengan kondisi pemerintahan di Kabupaten Muaraenim, puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Kabupaten Muaraenim Bersatu (MKMB) menggelar aksi damai di kantor DPRD Muaraenim, Rabu (17/2/2021).

Aksi damai MKMB tersebut dimulai dari lokasi eks terminal regional Muaraenim dan berkeliling sembari berorasi dan berakhir di kantor DPRD Muaraenim.

Menurut Koordinator Aksi, Rozano Pandu, dan Koordinator Lapangan, Firmansyah, menyampaikan ada 10 tuntutan MKMB.

Dinilai Mengganggu dan Meresahkan Masyarakat, Satpol PP Akan Tertibkan Badut dan Manusia Silver

Adapun tuntutan tersebut, yakni dahulukan praduga tak bersalah terhadap pemimpin kami, Jangan ganggu Muaraenim, Biarkan pemimpin kami menyelesaikan tugasnya sampai habis masa jabatannya.

Lalu, ada juga Kami rakyat sangat terbantu dengan kebijakan dan program merakyat, Jangan sampai kosong kepemimpinan di Muaraenim, Jangan korbankan rakyat dengan politisasi Muaraenim, Dahulukan kepentingan rakyat dari kepentingan lainnya.

Kami selaku masyarakat Kabupaten Muaraenim sudah cukup nyaman dan merasakan kebijakan-kebijakan pemimpin kami, Kami meminta kepada penegak hukum supaya mempertimbangkan segala sesuatu halnya supaya tindakan yang diambil tidak menyengsarakan rakyat, Pemimpin kami tidak disangkutpautkan dengan hal-hal yang tidak dilakukan supaya beliau dapat terus berbuat untuk kami masyarakat. 

"Dan ditambahkan juga tuntutan agar Ormas, LSM dan wartawan luar Kabupaten Muaraenim jangan ganggu Kabupaten Muaraenim dan utamakan Wartawan, Ormas, LSM dari Kabupaten Muaraenim," tegas Rozano.

Sementara itu, Plt Ketua DPRD Kabupaten Muaraenim Liono Basuki BSc menyampaikan DPRD Muaraenim, sangat berterima kasih sekali karena masyarakat telah mempercayakan dan menyampaikan aspirasinya ke DPRD Muaraenim.

Api dari KWH Listrik Sambar Botol Pertalite, Sebab Kebakaran Rumah Kontrakan di Tanjung Enim Selatan

Untuk itu, pihaknya akan menyampaikan dan menjebatani aspirasi tersebut kepada OPD atau pihak-pihak yang terkait.

“Kami apresiasi sekali dan itu tugas kami tetap mempercayakan kami Itu sudah merupakan suatu tanggung jawab kami," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, KPK beberapa hari yang lalu menahan Juarsah yang merupakan bupati Muaraenim.

Adapun kasus yang dijeratkan ke mantan wakil bupati Muaraenim itu adalah masih rentetan dugaan kasus suap tahun 2019 di Dinas PUPR Muaraenim.

Sebelumnya, nama Ahmad Yani yang masih menjabat sebagai bupati sudah terlebih dahulu ditetapkan menjadi tersangka dan kini status hukumnya sudah diputus hingga ke Mahkamah Agung RI.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved