Breaking News:

Bupati Muaraenim Ditahan KPK

Muarenim Ditinggal Bupati & Wakil Bupati Tersandung Kasus di KPK, Pengamat : Pelik dan Rumit

Pengamat Politik, Bagindo Togar angkat bicara soal ditetapkannya Bupati Muaraenim, Juarsah sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Yandi Triansyah
Kolase Sripoku.com
Mantan Bupati Muaraenim Ahmad Yani dan Bupati Muaraenim Juarsah tersandung kasus di KPK 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pengamat Politik, Bagindo Togar angkat bicara soal ditetapkannya Bupati Muaraenim, Juarsah sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ditetapkannya Juarsah sebagai tersangka mengakibatkan terjadinya kekosongan Jabatan di Pemkab Muaraenim.

Ia menyebut, selanjutnya Jabatan Pj Bupati/ Wabup akan ditentukan dengan segera oleh Kemendagri berdasarkan PP No 18 tahun 2018, setelah penetapan Juarsah sebagai tersangka berkekuatan hukum tetap.

Kasus Muaraenim diakuinya terkesan "pelik, rumit, dan langka".

"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, selayaknya segera mengambil kebijakan khusus, agar tidak terjadinya ketimpangan roda pemerintahan lokal, juga implementasi program pembangunan di pemerintahan Kabupaten Muaraenim," ujarnya, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, bila tidak segera diambil kebijakan khusus maka akan berimbas bagi aktivitas sosial di tengah masyarakat.

Disisi lain, ketika jika dilaksanakan pemilihan Bupati/ Wabup definitif melalui mekanisme DPRD, maka peran juga peluang daripada parpol pengusung maupun pendukung dalam Pilkada serentak tahun 2018 tak lagi sepenuhnya berlaku.

"Artinya secara politik kelembagaan memberi ruang bagi fraksi-fraksi parpol lain di DPRD Muaraenim. Dalam hal ini mekanisme pemilihan Bupati/ Wabup di DPRD Muaraenim kembali menarik perhatian publik," tegas Alumnus FISIP Unsri ini.

Selayaknya para legislator di daerah dalam memilih pasangan bupati nanti, pemilihan kepala daerah definitif nanti harus lebih mengedepankan muatan kualitas ketokohan yang berkualitas secara pengalaman politik dan pemerintahan.

"Terpenting yang menggantikan nanti harus memiliki high morality, plus intelektual serta memiliki social sense yang tinggi pula. Agar dapat membawa Muaraenim lebih baik lagi ke depannya," ungkap Bagindo. (Oca)

Baca juga: Pagi-pagi Tetangga Sontak Kaget, Dengar Bocah 7 Tahun Keluar Rumah Kasih Tau : Ibu Tergantung

Baca juga: Diberi Tumpangan Tidur, Bayu Malah Mencuri di Rumah Temannya, Buat Makan Pak

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved