Breaking News:

Bupati Muaraenim Ditahan KPK

Ditunjuk Herman Deru sebagai Plh Bupati Muaraenim, Nasrun Umar Akui Belum Terima Surat Penujukan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar, ditunjuk oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, menjadi pelaksana harian (Plh) Bupati

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Jati Purwanti
Sekda Sumsel Nasrun Umar ditunjuk Gubernur Sumsel sebagai Plh Bupati Muaraenim pasca penetapan tersangka Bupati Muaraenim Juarsah, Senin(15/2/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar, ditunjuk oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, menjadi pelaksana harian (Plh) Bupati Muaraenim.

Penunjukkan tersebut
dilakukan pasca Bupati Muaraenim, Juarsah, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muaraenim tahun 2019

Kendati telah ditunjuk, Nasrun Umar mengakui belum menerima surat penunjukan dari gubernur Sumsel untuk segera menjalankan tugas sebagai Plh Bupati Muaraenim.

"Saya belum dipanggil pak gubernur. Tidak tahu. Belum ada. Belum terima surat penunjukan," ujar Nasrun diwawancarai usai rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi 2021 melalui Video Conference Diselenggarakan oleh KPK RI di Command Center Pemprov Sumsel, Selasa (16/2/2021).

Dia mengatakan, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) siap menerima tugas apapun yang diberikan pimpinan kepadanya dengan segala penuh tanggung jawab.

"Jadi gini, kiprah seorang ASN itu harus bisa bekerja dalam situasi apa pun juga kalau itu perintah atasan. Ini bagaikan seorang prajurit siap laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan bimbingan pimpinan daerah," kata dia.

Menurut dia, selama ini dia bekerja tanpa pamrih dan penuh integritas.

Meskipun terkadang tidak sejalan dengan hati namun tugas harus tetap dilaksanakan karena merupakan perintah.

"Siapa yang tidak capai? Jadi PLT di Bangka misalnya, di sini tidak bisa ditinggalkan. Itu double extra tapi tidak ada pilihan karena itu perintah. Saya laksanakan kalaupun diperintahkan," tambah Nasrun.

Dia menegaskan, nantinya jika harus menjalankan tugas sebagai Plh Bupati Muaraenim, tugasnya sebagai sekda Sumsel tetap prioritas karena diangkat dengan keputusan presiden (Keppres) sebagai sekretaris daerah yang posisinya setara dengan pimpinan daerah.

"Oleh sebab itu, yang utama tapi tentu di sana (Muaraenim) tidak boleh terjadi kekosongan hukum kepemimpianan pemerintahan," jelasnya.

Saat resmi ditugaskan di Muaraenim Nasrun akan segera melakukan konsolidasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ASN yang ada di Bumi Serasan Sekundang sebab kejadian kosongnya kepemimpinan kepala daerah pertama kali di Indonesia.

"Bupati dan wabup tidak ada. Sekda belum dipilih. Mari kita berikan rasa nyaman dan rasa sejuk bagi mereka mari kita bekerja bersama-sama karena pembangunan tidak boleh berhenti di tengah keterbatasan." ujar Nasrun.(mg3)

Baca juga: Muarenim Ditinggal Bupati & Wakil Bupati Tersandung Kasus di KPK, Pengamat : Pelik dan Rumit

Baca juga: Pagi-pagi Tetangga Sontak Kaget, Dengar Bocah 7 Tahun Keluar Rumah Kasih Tau : Ibu Tergantung

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved