Breaking News:

Plagiarism

Plagiarism dan Legitimasi Lembaga Perguruan Tinggi

Memasuki awal 2021, dunia perguruan tinggi di Indonesia dibuat heboh dengan kasus plagiarism yang diduga dilakukan petinggi pada perguruan tinggi.

Plagiarism dan Legitimasi Lembaga Perguruan Tinggi
ist
Isni Andriana, SE, M.Fin, PhD

Oleh: Isni Andriana, SE, M.Fin, PhD

Dosen Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya

Memasuki awal 2021, dunia perguruan tinggi di Indonesia dibuat heboh dengan kasus plagiarism yang diduga dilakukan oleh petinggi pada perguruan tinggi.

Sehingga, kasus ini membuat gaduh dan legitimasi dari dari petinggi dan perguruan tinggi sedang di­per­so­al­kan.

Menurut Wikipedia, definisi dari plagiarism atau sering disebut plagiasi atau plagiat a­da­lah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan atau pendapat sendiri.

Sedangkan menurut Permendiknas 17/2010 pasal 1 angka 1 a, plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja da­lam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah de­­ngan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang di­akui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Dari kedua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa plagiasi adalah mengambil ide dan mengakui hal yang bukan milik kita sendiri serta tidak menyebutkan sumbernya se­cara tepat dan memadai.

Tetapi menurut Martin (2013) yang menulis pada jurnal Re­se­arch Policy yang dinaungi Elsevier mengatakan, plagiasi terdapat beberapa bentuk.

Hal yang paling serius dalam plagiasi adalah penjiplakan dan fabrikasi atau pemalsuan data, walau hal ini sangat jarang terjadi.

Menurut Martin hal yang paling umum terjadi adalah masalah yang melibatkan publikasi de­­ngan judul yang sama serta self-plagiarism, dimana batas antara perilaku yang dapat di­­toleransi secara akademis dalam mengeksploitasi hasil penelitian orang lain dan pe­ri­la­ku tidak dapat diterima, misalnya menyesatkan pembaca.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved