Breaking News:

Musim Hujan Karhutla Masih Terjadi di Sumsel, Sepanjang Tahun 2021 Terpantau 15 Hotspot

Sepanjang tahun 2021 BPBD Sumsel mencatat terpantau 15 titik hotspot di kabupaten/kota di Bumi Sriwijaya.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
TRIBUN SUMSEL.COM/M ARDIANSYAH
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meski dalam masa musim penghujan, namun tetap saja ada Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel.

Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan dan Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori, mengatakan karhutla terbaru terpantau terjadi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba pada, Kamis (11/2/2021) kemarin. Di lokasi tersebut setidaknya 9 hektare lahan ludes terbakar.

"Kebakaran yang terjadi pada umumnya berada di lahan gambut. Untuk penyebab karhutla masih belum diketahui," katanya, Senin (15/2/2021).

Dia sebutkan sepanjang tahun 2021 BPBD Sumsel mencatat terpantau 15 titik hotspot di kabupaten/kota di Bumi Sriwijaya.

Terhitung dari awal Januari hingga saat ini, karhutla menyebar di beberapa daerah di Sumsel. Kabupaten Muara Enim penyumbang 4 titik hotspot, Banyuasin 3 hotspot, OKI 2 hotspot, Lahat 2 hotspot dan 1 hotspot terpantau di Muba, Musi Rawas, Pali dan OKU Selatan.

"Selama dua bulan ini terjadi 15 hotspot, Januari ada 11 titik dan 4 titik di bulan Februari," jelasnya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru menilai karhutla yang terjadi di Muba merupakan bentuk kelalaian. Mengingat saat ini masih masuk musim hujan, dimana kadar air di rawa masih terbilang cukup tinggi.

"Saya yakin itu hanya bentuk kelalaian saja. Sebab, kadar air di rawa itu masih tinggi dan saat ini Sumsel masih musim hujan,"katanya.

Gubernur menjelaskan, untuk mengantisipasi karhutla pada tahun ini pemerintah Provinsi Sumsel mengucurkan dana sebesar Rp 30 miliar untuk pencegahan karhutla di Bumi Sriwijaya. Dana tersebut digunakan untuk membuat skat kanal, sumur bor, dan peralatan lainnya di daerah yang rawan karhutla.

Menurutnya, Pemprov Sumsel terus melakukan segala upaya dalam pencegahan karhutla secara permanen, utamanaya di daerah-daerah yang dinilai rawan karhutla. Dengan pengalaman yang ada, Sumsel diklaim Deru sangat siap melakukan upaya pencegahan karhutla secara permanen.

“Pencegahan karhutla secara permanen sangat mungkin dilakukan. Apalagi, kita memiliki pengalaman untuk mengatasi terjadinya karhutla tersebut. Terbukti tahun lalu, Sumsel tercatat sebagai daerah relatif bebas asap" ungkapnya. (Oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved