Breaking News:

Wawancara Tokoh

Imlek Saat Pandemi tak Kurangi Khidmat Perayaan (1): Ikuti Anjuran Pemerintah untuk tak Berkerumun

Jadi dalam melakukan ibadah Imlek pada tahun ini, masyarakat Tionghoa akan melakukan di rumah masing-masing

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Ko Alam, tokoh warga Tionghoa dan pemilik Balai Pengobatan Dwi Kuan Im KM 12. 

PERAYAAN tahun Baru Imlek Tahun 2021 bagi masyarakat Tionghoa di Palembang dirasakan berbeda dibandingkan dengan sebelumnya. Perayaan hari besar masyarakat Tionghoa kali ini dilaksanakan saat pandemi Covid-19 dan tanpa kemeriahan berarti. Demikian pula Cap Go Meh di Pulau Kemaro juga bakal ditiadakan, karena dikhawatirkan muncul kerumunan. Namun bagi tokoh masyarakat Tionghoa di Palembang, Ko Alam saat wawancara dengan Sripo, hal tersebut tak mengurangi khidmatnya ibadah.

Imlek tahun ini dalam suasana pandemi Covid-19, bagaimana menurut Anda?
Dalam kondisi Pandemi saat ini kita harus mengikuti anjuran pemerintah agar tidak berkerumun. Jadi dalam melakukan ibadah Imlek pada tahun ini, masyarakat Tionghoa akan melakukan di rumah masing-masing tidak pergi ke tempat ibadah seperti vihara atau klenteng.

Baca juga: Imlek Saat Pandemi tak Kurangi Khidmat Perayaan (2-Habis): Kalau Optimis, Yakin Semua Lebih Baik

Imlek selalu identik dengan kemeriahan dan keramaian, apakah dengan ibadah masing-masing di rumah akan mengurangi kemeriahan dari peringatan Imlek itu sendiri?
Dengan kesadaran sendiri kita harus merayakan di rumah dulu, meski selama ini ibadah dilakukan tempat ibadah yang ramai didatangi orang. Meski ibadah di rumah, tetapi tetap saja tidak mengurangi kemeriahan dan khidmatnya momen pergantian tahun baru tersebut.

Saat ini ada berapa banyak warga Tionghoa di Sumsel yang merayakan Imlek?
Untuk secara rinci saya tak bisa mendetailkan, tapi berkaca dari tahun sebelumnya ada ribuan masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek.

Bagaimana dengan perayaan di Pulau Kemaro mendatang, apakah memang ditiadakan atau bagaimana?
Pada tahun ini perayaan Cap Go Meh sepakat ditiadakan dahulu. Karena kita ketahui, setiap kali perayaan itu akan mengundang massa dengan jumlah sangat banyak. Maka untuk tahun tidak digelar.

Bagaimana jika ada masyarakat Tionghoa yang ingin beribadah ke Pulau Kemaro, apakah juga tidak boleh?
Pulau Kemaro ini merupakan tempat wisata dan peribadatan. Nah, untuk tahun ini masyarakat Tionghoa sudah melakukan rapat bahwa untuk perayaan ditiadakan. Tetapi, bagi yang ingin beribadah diperbolehkan asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selama ini akses menuju Pulau Kemaro saat Cap Go Meh selalu dipasang ponton untuk menyebrang. Lalu, bagaimana tahun ini?
Bagi yang ingin beribadah silakan saja, tetapi kita tidak fasilitasi untuk perayaan dan akses penyeberangan seperti tahun sebelumnya. Jadi, bagi masyarakat Tionghoa yang ingin beribadah bisa menggunakan perahu atau ketek. (oca)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved