CPI Hadir Berawal dari Banyaknya Terjadi Ketimpangan Sosial yang Berujung pada Degradasi Moral

Sampai saat ini, Kgs M Ilham menambahkan, CPI menjalin komunikasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan untuk mengkampanyekan Protokol Kesehatan

Editor: aminuddin
ist
Komunitas CPI foto bersama dengan H Hendri Zainuddin 

Rombongan tiba di lokasi pukul 13.00. Lalu masuk ke dalam gua yang merupakan sebuah bangker 

Ketua CPI Kgs M Ilham Akbar bersama jajaran yaitu M. Yandi Pratama, M. Setiwan, dan M. Jerri Diansyah pada pukul 13.00 WIB memasuki mulut gua hingga ke dalam yang merupakan sebuah bunker. 

Lantas di bawah bunker terdapat sebuah gua lagi yang diduga sebagai lorong sepanjang lebih dari 5 KM.

Warga sekitar bernama Riski mengatakan, isu gua panjang yang diperkirakan menuju  Benteng Kuto Besak (BKB)  itu memang beredar di masyarakat serta penggiat sejarah tetapi sampai kini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai isu tersebut.

Kgs Ilham sangat menyayangkan jika kondisi warisan sejarah tersebut sangat memprihatinkan. 

“Perlu kerja sama dari seluruh pihak," ujarnya.

Gua yang terletak di tanah aset pemerintah daerah itu tampak kurang terawat, terbukti banyak sampah serta bekas kaleng aibon di dalamnya.

“Kami dari CPI akan membuka dan merawat peninggalan sejarah ini,” jelas Ilham.
 

Jerry selaku kabid pengkajian isu hukum dan sosial politik mengatakan perlu dilakukan kajian hukum terlebih dahulu mengingat tempat ini adalah cagar budaya. 

“Kita perlu kaji dulu secara yuridis mengenai status tempat ini,” ungkapnya.

Di sisi lain kami mencoba mencari tahu sejarah tempat ini dengan terus menjalin komunikasi dengan para sejarawan Kota Palembang. 

“Kami sedang menjalin komunikasi,” pungkas Yandi selaku Kabid Eksternal CPI.


Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved