Breaking News:

Sudah Divaksin Apakah Masih Bisa Membawa Virus Corona atau Covid-19 ?

Sejak diberlakukan pada 13 Januari 2021 lalu, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih teruus berjalan.

Reuters/Kontan
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

Sementara, pada orang tanpa gejala (OTG), Adam menilai, vaksin mungkin dapat mencegah Covid-19 dari pasien OTG, tetapi masih perlu uji klinis.

===

Sementara itu, Ahli Patologi Klinis dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dr Tonang Dwi Ardyanto mengibaratkan seseorang yang disuntik vaksin seperti memiliki 3 perisai pelindung.

Mereka yang tidak divaksin hanya punya satu perisai.

Dengan demikian, seseorang yang divaksin akan mengalami gejala tiga kali lebih kecil saat terinfeksi dibanding mereka yang tidak mendapatkan suntikan.

“Apa artinya lebih kecil? Untuk mudahnya, orang yang divaksin itu seperti punya 3 perisai."

"Pertama, kekebalan alamiah atau imunitas, sedangkan yang kedua diperoleh karena dapat vaksin."

"Bayangkan orang dengan satu perisai dan 3 perisai, siapa yang lebih berisiko (terinfeksi)? Tentunya yang hanya satu perisai,” ujar Tonang, seperti diberitakan Kompas.com, 27 Januari 2021.

Ketika hanya satu perisai, maka seseorang itu lebih berisiko untuk timbul gejala.

Padahal, mereka yang bergejala lebih berisiko mengalami perburukan.

"Proteksi yang diharapkan adalah mencegah timbulnya gejala kalaupun terpaksa terinfeksi Covid-19," ujar dia.

Apakah ke depannya vaksin dapat mencegah infeksi, Tonang mengatakan, akan diketahui di masa depan setelah ada bukti-bukti yang menunjukkan hal itu.

===

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apakah Orang yang Sudah Divaksin Masih Bisa Jadi Pembawa Virus?"

Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved