Breaking News:

Lepas Beto Kembali ke Madura United, Manajer Sriwijaya FC M Fadli: Bagaikan Buah Simalakama

Manajer Sriwijaya FC yang baru, Muhammad Fadli menyebut, bak buah simalakama melepas Alberto "Beto" Goncalves kembali ke Madura United.

MO SRIWIJAYA FC
Alberto Beto Goncalves. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Manajer Sriwijaya FC yang baru, Muhammad Fadli SE menyebut perumpamaan buah simalakama, ketika menanggapi kepulangan bomber andalan Alberto "Beto" Goncalves yang kembali dikontrak klubnya Madura United.

Dikatakan satu sisi manajemen membutuhkan sosok seperti Beto, pemain naturalisasi kelahiran Belem, Brazil, pada 31 Desember 1980 ini. Pada sisi lain belum ada kepastian kompetisi Liga 2, untuk memutuskan mengontrak pemain bintang ini.

"Nah ini kan buah simalakama. Pihak Beto juga bilang Dapur Harus Ngepul. Maka itu manajemen juga memahami, kita tidak bisa oh pokoknya harus pertahankan pemain ini. Terus siapa yang mau bayar gaji mereka. Kalau gaji mereka tidak dibayar karena liga tiba-tiba berhenti yang jelek nama siapa? Sriwijaya," ungkap Fadli kepada Sripoku.com, Minggu (14/2/2021).

Wakil Walikota Pagaralam ini mengatakan tak mau nama manajemen tim Laskar Wing Kito tercoreng karena salah langkah dan tak mampu membayar kontrak pemain, misalnya memaksakan diri teken kontrak pemain nomor punggung 9 ini.

"Aku tidak mau Sriwijaya FC ini jelek namanya. Nanti dibilang manajamen Sriwijaya tidak sanggup bayar gaji. Akhirnya pemain menuntut. Saya tidak mau seperti itu, sebagai manajer saya mau manajemen keuangannya sehat, kondusifnya di lapangan. Itu berdampak dengan hasil," kata Fadli yang juga Ketua KONI Pagaralam.

Manajer SFC kelahiran Pagaralam, 17 November 1985 ini memiliki perhitungan dan pertimbangan yang matang terkait kontrak pemain bintang karena menyangkut anggaran yang tidak sedikit.

"Aku kan sudah katakan dari awal, steph by steph. Kita jalani sama-sama. Ayo ini kan kerja tim. Sama seperti Beto, saya jawab di Medsos. Beto dia pemain kualitas, pemain Timnas aku setuju sepakat bahwa dia bintang besar untuk Indonesia. Nah tapi apakah ada jaminan bahwa seorang Beto membawa Sriwijaya FC ke Liga 1. Kan belum tahu, aku juga bukan pelatih," kata Fadli yang juga Ketua Partai NasDem Pagaralam.

Fadli yang sempat melontarkan guyonan bakal merekrut Cristiano Ronaldo, mengaku dalam perekrutan pemain harus bijaksana dengan tidak melupakan sesuai kebutuhan pelatih.

"Lho nanti kalau aku paksakan bawa Beto-lah, bawa Si B lah, Si C lah, ternyata tidak masuk dalam skema pelatih. Amburadul, terus yang disalahkan siapa? Pelatih ngomong yang beli pemain ini rombongan Manajer. Aku tidak minta Si A, saya tidak minta Si B. Kan kebutuhan harus sama dengan pelatih," ujar Fadli yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pagaralam.

Fadli yang beristrikan Rahma Munto Via Nigrum atau yang sering disapa Rara masih menaruh harapan Sriwijaya FC bisa lolos Liga 1 dari belajar pengalaman Persik Kediri yang dipegang coach Budiardjo Thalib.

"Ingat lho waktu 2019, coach Budi itu bawa Persik juara Liga 2 itu tanpa pemain bintang, benar gak? Tidak ada nama-nama besar kan. Ekspektasi kita terlalu tinggi terhadap Beto," papar mantan Wakil Ketua DPRD Pagaralam.

Fadli yang sebelumnya mendapat amanah menjadi Manajer Tim SFC U20 mengatakan tanpa mengurangi sisi kehebatan Beto, ia mengajak semuanya melihat jernih kepergian Beto dari Sriwijaya FC ini.

"Seperti aku bilang tadi, aku juga sepakat bahwa Beto itu energi positiflah buat pemain, mengangkat semangat tim. Tapi ada jaminan gak? Sriwijaya FC baru main sekali lho sebelum disetop Liga," papar mantan Wakil Ketua DPRD Pagaralam.

Manajer Sriwijaya FC , Muhammad Fadli SE
Manajer Sriwijaya FC , Muhammad Fadli SE (sripoku.com/a havis)

Dewan Pembina Pengprov PBSI Sumsel ini juga menyebut apalagi belum bisa melihat perjalanan kompetisi Liga 2 musim kompetisi 2020 yang hanya baru satu kali pertandingan.

"Apakah sudah ada dampak yang positif, apakah Liga berjalan katakanlah sudah 70 persen dengan kehadiran Si A sudah kita menang 70 persen. Kan belum bisa menyatakan itu," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved