Breaking News:

Terbentuknya "Pasirah Adat" Program Utama dan Unggulan Lembaga Adat Sumsel

"Kedudukannya berada di kecamatan induk dimana dulu tempat pimpinan Marga berkantor," ujar Albar. Realisasi ini bertujuan akhir lahirnya Pergub/Perda

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Albar Sentosa Subari 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menyambut ide Gubernur Sumsel H. Herman Deru selaku Pembina  Lembaga Adat Sumsel saat pelantikan pengurus Pembina Adat Sumsel periode 2019-2024 tanggal 27 Desember 2019 di Griya Agung Palembang, dan menindak lanjuti hasil Rembuk Adat Pembina Adat Sumsel tanggal 11 November 2020 serta telah dirumuskan dalam rapat Pengurus  tanggal10 Pebruari 2021, maka program unggulan adalah terbentuknya lembaga adat bernama Pasirah adat.

Demikian dikatakan Ketua Pembina Adat  Sumsel, Albar Sentosa Subari lewat press release nya yang diterima Sripoku.com, Jumat (12/2) sore.

Setelah dipelajari mendalam, kata Albar, dasar nya adalah terdapat pada Pasal 4 Perda tahun 1988 yang disebut Rapat Adat dengan person nya disebut Pemangku adat.

Tugas dan fungsinya untuk pelestarian adat budaya serta penyelesaian delik adat kalau terjadi di masyarakat adat masing masing. 

"Kedudukan nya berada di kecamatan induk dimana dulu tempat pimpinan Marga berkantor," ujar Albar.

Realisasi ini bertujuan akhir yakni lahirnya Peraturan Gubernur dan atau Peraturan Daerah. 

"Sebagai dasar hukum legal standing masyarakat adat dapat beracara di pengadilan," bebernya.

Setelah itu nanti diharapkan dapat bekerja sama dengan pihak- pihak terkait semisal dengan pengadilan, kepolisian dan lain- lain dalam bentuk kerja sama (nota kesepahaman).

Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved